RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Mengakhiri hubungan dengan orang yang dicintai memang tidak pernah mudah.
Bagi banyak orang di Indonesia, istilah "gagal move on" bukan sekadar candaan, melainkan fase emosional yang bisa memakan waktu bulanan hingga tahunan.
Namun, penting untuk meyakini bahwa rasa sakit akibat perpisahan akan memudar seiring berjalannya waktu.
Jika Anda ingin segera terlepas dari bayang-bayang masa lalu, berikut adalah 7 tips praktis untuk melupakan mantan dengan cepat dan tanpa drama, sebagaimana dirangkum dari Marriage.com.
1. Berhenti Menoleh ke Belakang
Ada pepatah yang mengatakan, "Biarlah yang lalu menjadi berlalu." Langkah pertama yang paling krusial adalah berhenti mengungkit masa lalu. Terus-menerus memikirkan mantan hanya akan memicu rasa kecewa dan penyesalan yang tak berujung.
Untuk mempermudah proses ini, Anda bisa mulai menghapus memori dengan melakukan aktivitas positif yang disukai. Selain itu, hindari menyimpan barang-barang pemberian mantan yang berpotensi memicu ingatan emosional (nostalgia).
2. Syukuri Setiap Pelajaran yang Ada
Setiap hubungan, meski harus berakhir, selalu membawa pelajaran berharga. Alih-alih meratapi kegagalan, cobalah bersyukur atas pengalaman baru dalam mencintai.
Perpisahan adalah momen refleksi untuk memahami kekuatan dan kelemahan diri Anda dalam sebuah hubungan, yang nantinya bisa menjadi kompas untuk hubungan Anda di masa depan.
3. Menjaga Jarak (No Contact Rule)
Di era digital, menjaga jarak berarti berani mengambil langkah di media sosial. Cobalah untuk unfollow atau senyapkan (mute) akun mantan. Memutus kontak sementara waktu sangat membantu proses pemulihan.
Menurut riset psikologi, terus memantau aktivitas mantan di media sosial hanya akan memperlambat proses penyembuhan luka batin.
Setelah kembali melajang, manfaatkan waktu untuk merangkul diri sendiri dan menatap masa depan dengan sudut pandang yang lebih cerah.
4. Bangun Rutinitas Baru
Saat masih berpasangan, Anda mungkin terbiasa dengan pola harian yang melibatkan mantan. Pasca putus adalah waktu yang tepat untuk merombak rutinitas tersebut.
Cobalah menjadwalkan pertemuan rutin dengan sahabat atau merencanakan liburan (healing).
Rutinitas baru membantu otak Anda beradaptasi bahwa hidup tetap berjalan lancar meski tanpa kehadiran pasangan.
5. Eksplorasi Hobi Baru
Punya daftar keinginan yang belum sempat terwujud saat masih pacaran? Sekaranglah saatnya.
Waktu yang biasanya digunakan untuk berkirim pesan atau bertemu mantan bisa dialihkan ke hal-hal produktif.
Anda bisa mengikuti kelas melukis, belajar bahasa asing, bergabung dengan klub buku, atau bahkan mengadopsi hewan peliharaan. Fokus pada aspek positif dari memiliki kebebasan waktu sepenuhnya.
6. Beri Waktu untuk Menerima Emosi
Merasa bersalah, sedih, kecewa, atau marah setelah putus adalah reaksi yang sangat normal secara psikologis.
Jangan memendam perasaan tersebut secara paksa. Berikan waktu bagi diri sendiri untuk memproses emosi-emosi ini.
Dengan menerima rasa sakit, Anda akan lebih mudah menyadari bahwa mengakhiri hubungan mungkin memang keputusan terbaik daripada memaksakan bertahan dalam situasi yang tidak sehat.
7. Cintai Diri Sendiri (Self-Love)
Ingatlah bahwa berakhirnya sebuah hubungan bukan sepenuhnya kesalahan Anda. Ada kalanya perpisahan terjadi demi kebaikan kedua belah pihak.
Berhenti menyalahkan diri sendiri secara berlebihan. Fokuslah pada self-love atau mencintai diri sendiri, karena hubungan paling abadi yang Anda miliki adalah hubungan dengan diri Anda sendiri. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko