Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

7 Cara Merawat Jamur Tiram di Rumah Agar Hasil Panen Melimpah dan Berkualitas Tinggi

Bhagas Dani Purwoko • Kamis, 1 Januari 2026 | 16:50 WIB
BUDIDAYA: Pelajari cara budidaya jamur tiram.
BUDIDAYA: Pelajari cara budidaya jamur tiram.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Budidaya jamur, khususnya jamur tiram, menjadi hobi sekaligus peluang bisnis yang populer karena tidak memerlukan lahan luas dan waktu panen yang relatif cepat.

Namun, jamur adalah organisme yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Perawatan yang kurang tepat seringkali menyebabkan baglog (media tanam) mengering atau justru ditumbuhi jamur liar (kontaminasi).

Berikut adalah 7 langkah kunci dalam merawat jamur agar tumbuh subur dan sehat, untuk tujuan membantu Anda sukses dalam budidaya skala rumah tangga dan memastikan hasil panen yang aman dikonsumsi:

1. Jaga Suhu Ruangan Tetap Sejuk

Jamur tiram tumbuh optimal pada suhu antara 22°C hingga 28°C. Suhu yang terlalu panas akan membuat jamur kerdil atau bahkan berhenti tumbuh.

Aksi: Letakkan jamur di ruangan yang teduh, memiliki ventilasi baik, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jika cuaca sangat panas, Anda bisa meletakkan wadah berisi air di sekitar area budidaya untuk menurunkan suhu.

Tujuan: Menjaga metabolisme jamur agar tetap stabil dan memicu pertumbuhan pinhead (bakal jamur).

2. Pertahankan Kelembapan Udara (80% - 90%)

Ini adalah faktor paling krusial. Jamur membutuhkan udara yang sangat lembap untuk berkembang.

Aksi: Gunakan sprayer halus untuk menyemprotkan air ke sekitar ruangan (lantai dan dinding) serta ke arah mulut baglog. Ingat: Jangan menyemprotkan air secara langsung ke dalam lubang baglog karena bisa menyebabkan pembusukan.

Tujuan: Mencegah media tanam menjadi kering dan memastikan tubuh buah jamur tetap segar dan kenyal.

3. Pastikan Sirkulasi Udara yang Cukup

Meski butuh lembap, jamur tetap memerlukan oksigen. Ruangan yang terlalu pengap akan membuat jamur tumbuh dengan batang panjang namun tudung kecil (tidak proporsional).

Aksi: Pastikan ada lubang udara atau jendela yang memungkinkan udara berganti secara perlahan tanpa menciptakan hembusan angin yang terlalu kencang yang bisa mengeringkan jamur.

Tujuan: Membuang sisa karbon dioksida hasil respirasi jamur yang dapat menghambat pertumbuhan.

4. Jaga Sterilisasi Area Budidaya

Kontaminasi adalah musuh utama dalam merawat jamur. Jamur liar berwarna hijau atau hitam seringkali muncul jika area kotor.

Aksi: Cuci tangan sebelum menyentuh jamur dan pastikan lantai serta rak tempat meletakkan jamur dalam keadaan bersih. Jauhkan dari tumpukan sampah atau barang bekas yang berdebu.

Tujuan: Mencegah serangan bakteri dan jamur pengganggu (Trichoderma) yang bisa mematikan pertumbuhan jamur utama.

5. Gunakan Air Bersih (Tanpa Kaporit)

Kualitas air sangat memengaruhi kualitas jamur. Air yang mengandung zat kimia keras bisa menghambat pertumbuhan.

Aksi: Gunakan air sumur atau air hujan yang bersih. Jika menggunakan air keran (PAM), endapkan terlebih dahulu selama 24 jam agar kandungan kaporitnya menguap sebelum digunakan untuk menyemprot.

Tujuan: Menjamin jamur tumbuh secara alami tanpa terpapar zat kimia berbahaya.

6. Lakukan Pemanenan pada Waktu yang Tepat

Memanen terlalu cepat atau terlalu lambat akan memengaruhi tekstur dan rasa jamur.

Aksi: Panen jamur ketika pinggiran tudungnya sudah mulai tipis dan melengkung ke atas, namun belum pecah atau mengeluarkan serbuk spora (biasanya 2-3 hari setelah tumbuh). Cabut jamur hingga ke akarnya tanpa menyisakan batang di dalam mulut baglog.

Tujuan: Menjaga kualitas rasa dan tekstur jamur agar tetap lezat saat dimasak.

7. Perawatan Pasca Panen (Pembersihan Baglog)

Setelah dipanen, baglog perlu "diistirahatkan" sebentar sebelum memproduksi jamur kembali.

Aksi: Bersihkan sisa-sisa akar jamur yang tertinggal di dalam lubang agar tidak membusuk. Tutup kembali mulut baglog selama 2-3 hari, lalu buka kembali untuk merangsang tumbuhnya tunas jamur yang baru.

Tujuan: Memperpanjang usia produktif baglog sehingga Anda bisa panen hingga 4-5 kali dalam satu siklus. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#air bersih #suhu ruangan #baglog #Panen #sterilisasi #sirkulasi udara #budidaya jamur tiram