Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

5 Tips Merawat Motor Kesayangan saat Musim Hujan

Bhagas Dani Purwoko • Selasa, 28 Oktober 2025 | 21:51 WIB
MOGOK MASAL: Salah satu mekanik  di bengkel Jalan Basuki Rahmat Bojonegoro kebanjiran order setelah terjadi motor mogok masal, dengan keluhan sama, mesin sulit hidup.
MOGOK MASAL: Salah satu mekanik di bengkel Jalan Basuki Rahmat Bojonegoro kebanjiran order setelah terjadi motor mogok masal, dengan keluhan sama, mesin sulit hidup.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - ​Siapkah motor Anda menghadapi serangan air, lumpur, dan asam yang mematikan di musim hujan?

​Bagi bikers, musim hujan bukan hanya soal macet dan basah, tapi juga soal perawatan ekstra pada kuda besi kesayangan.

Air hujan mengandung zat asam yang bisa jadi "musuh tersembunyi" bagi cat motor hingga komponen mesin.

Jika diabaikan, biaya perbaikan motor Anda bisa membengkak drastis! ​Berikut adalah panduan lengkap dan jitu untuk menjaga motor Anda tetap fit dan kinclong meskipun harus sering "mandi" hujan.

​1. Kunci Utama Melawan Karat: Wajib Bilas Segera!

​Ini adalah aturan nomor satu: Jangan pernah biarkan motor kering dengan sendirinya setelah kehujanan.

Air hujan, apalagi air genangan, membawa kotoran, lumpur, dan zat asam yang sangat korosif. Jika dibiarkan mengering, kotoran ini akan mengendap dan mempercepat munculnya karat, terutama pada bagian rangka, pelek, dan knalpot.

​Solusinya: Segera bilas motor dengan air bersih sesampainya di rumah. Fokuskan pembilasan pada bagian yang sering luput, seperti kolong, sela-sela mesin, dan rantai. Setelah dibilas, keringkan motor dengan lap bersih dan lembut.

​2. Periksa Ban dan Rem

​Keselamatan adalah prioritas utama, terutama di jalan basah yang licin. Ban adalah satu-satunya komponen yang bersentuhan dengan aspal.

​Kondisi Ban: Selalu pastikan alur tapak ban masih tebal. Ban yang aus (botak) sangat rentan mengalami hydroplaning, kondisi di mana ban mengambang di atas lapisan air—yang bisa menyebabkan motor selip tak terkontrol.

​Tekanan Angin: Cek tekanan angin secara rutin. Tekanan yang pas (sesuai standar pabrikan) akan memastikan traksi maksimal. Ban yang kempis di jalan basah akan mengurangi daya cengkeram dan meningkatkan risiko kecelakaan saat bermanuver.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Buka Tiga Titik Posko Aduan bagi Konsumen di Bojonegoro yang Terindikasi Motor Mogok Usai Isi Pertalite

​Sistem Pengereman: Air dan kotoran dapat mengurangi efektivitas rem. Pastikan kampas rem masih tebal dan segera bersihkan piringan rem. Jika motor sempat melewati genangan, rem bisa terasa kurang pakem; selalu tes rem beberapa kali setelah itu.

​3. Cek Oli dan Komponen Kelistrikan

​Dua bagian ini paling sensitif dan paling mahal untuk diperbaiki jika rusak akibat air.
​Waspada Oli Tercampur Air: Jika Anda terpaksa menerobos banjir yang cukup tinggi, segera periksa oli mesin. Jika oli terlihat putih keabu-abuan atau seperti kopi susu, itu tandanya air sudah masuk dan bercampur dengan oli. Segera lakukan penggantian oli total dan bersihkan mesin.

​Kelistrikan dan Busi: Pastikan semua kabel dan konektor kelistrikan tertutup rapat. Air yang masuk ke celah tutup busi dapat mengganggu sistem pengapian, menyebabkan motor sulit dihidupkan atau bahkan mogok. Keringkan komponen kelistrikan yang basah dengan kain bersih.

​4. Rawat Rantai Agar Tidak Putus di Tengah Jalan

​Bagi pemilik motor bebek atau sport, rantai adalah komponen yang paling menderita di musim hujan. Air hujan dengan cepat menghilangkan pelumas, membuat rantai kering, kaku, dan mudah berkarat.

​Langkah Wajib: Setelah mencuci motor atau melewati lumpur, pastikan rantai dibersihkan dari kotoran. Kemudian, segera lumasi rantai menggunakan chain lube atau pelumas khusus rantai. Perawatan rutin ini mencegah karat dan memperpanjang umur rantai Anda.

​5. Jaga Penampilan dengan Pelapis Anti Air

​Untuk menjaga cat motor tetap kinclong dan terlindungi dari bercak air (water spot), aplikasikan wax atau liquid sealant pada bodi motor. Lapisan pelindung ini akan membuat air tidak mudah menempel dan meninggalkan kotoran, sehingga motor Anda terlihat bersih lebih lama dan mudah dibersihkan.

​Kesimpulan: Merawat motor di musim hujan memang butuh usaha lebih, tapi jauh lebih hemat daripada menanggung biaya perbaikan akibat korosi parah atau kerusakan mesin.

Jadikan membilas motor setelah hujan sebagai ritual wajib! Perawatan yang konsisten adalah kunci motor yang tetap prima di segala cuaca. Keep riding safe, Biker! (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#perawatan #Motor Kesayangan #Rem #Musim Hujan #bengkel #ban