RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Penetapan 1 Syawal dan Hari Raya Idulfitri akan berlangsung Kamis mendatang (19/3). Tentu melalui Rukyatul Hilal dan Sidang Isbat di Rumah Singgah Bukit Wonocolo, Kecamatan Kedewan.
Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro bersama Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) bakal memastikan terlihat tidaknya hilal. Sebagai syarat untuk menentukan 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri hilal harus berada di atas ufuk dan posisinya 3 derajat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Bojonegoro Sunan mengatakan rukyatul hilal dan sidang isbat penatapan 1 Syawal digelar Kamis (19/3) mendatang. Dalam pelaksanaan di Bukit Wonocolo tersebut kemenag bersama tim BRH.
Sun’an menjelaskan, ketika pelaksanaan rukyatul hilal, kemenag membawa alat-alat. Kemudian proses Bukit Wonocolo diserahkan sepenuhnya ke tim BHR. Hasilnya menunggu pelaksanaannya pada Kamis mendatang.
‘’Andaikan nanti terlihat keputusan melalui sidang dengan pengadilan agama (PA),” ungkapnya. Menurut Sun’an, dalam pelaksanaan rukyatul hilal dan sidang isbat 1 Syawal bakal dihadiri kemenag, tim hisab rukyat, pemkab, pengadilan agama, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat di tingkat kabupaten dan kecamatan. Termasuk NU dan Muhammadiyah.
Ketua BHR Kemenag Bojonegoro Abdullah Hafid mengatakan, rukyatul hilal digelar Kamis. Berdasar prediksi hilal sudah terlihat atau di atas ufuk. Namun, posisinya di Bojonegoro sekitar 1 derajat. Sehingga, belum bisa dilakukan rukyat.
Hafid menjelaskan, dengan posisi hilal yang diprediksi masih berada di bawah 3 derajat, Ramadan atau puasa digenapkan menjadi 30 hari. Sehingga, pemerintah bakal menentapkan 1 Syawal atau Idul Fitri pada 21 Maret.
Sementara, Muhammadiyah yang melaksanakan puasa atau 1 Ramadan lebih awal, menetapkan idul Fitri pada 20 Maret. ‘’Sehingga, lebaran akan berbeda,” jelasnya. (irv/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana