Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sejarawan Patahkan Mitos: Presiden Soekarno dan Soeharto Ternyata Pernah ke Bojonegoro, Simak Penjelasannya

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 27 Juni 2025 | 18:45 WIB
Photo
Photo

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Batalnya kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Bojonegoro pada Kamis (26/6), dianggap semakin memperkuat mitos pantangan kepala negara datang ke Kota Ledre.

Namun, pegiat sejarah menampik hal tersebut. Sebab, dalam sejarahnya presiden RI sudah pernah mengunjungi Bojonegoro.

Pegiat sejarah Bojonegoro History Muhammad Andre menyampaikan, bahwa bukti masifnya mitos presiden yang tidak boleh mengunjungi Bojonegoro. “Menurut saya pribadi, entah kapan mitos itu tumbuh dan berkembang menjadi cerita tutur begitu masif di masyarakat Bojonegoro, akan lengsernya Presiden ketika melakukan kunjungan kerja di Bojonegoro,” ungkapnya.

Photo
Photo

Andre menambahkan, dari beberapa sumber informasi data, tidak menemukan hanya menemukan informasi pantangan dikunjungi presiden terbitan 2014, namun dianggapnya tidak berdasar. “Faktanya kunjungan kepala negara di Bojonegoro, sudah ada sejak dulu,” imbuhnya.

Berdasarkan literatur Buku Brigade Ronggolawe, disebutkan bahwa Presiden Soekarno pernah meresmikan acara Pasar Malam yang diselenggarakan oleh rakyat Bojonegoro di Alun-alun pada tahun 1945. Pasar Malam ini bukan sekadar hiburan, tapi bentuk perlawanan dan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, Presiden Soeharto juga pernah menyambangi Bojonegoro. Pada 24 Juli 1970, mengunjungi kantor Dinas Pertanian Rakyat Padangan dan Desa Banjarejo.

Grafis Kunjungan presiden RI ke Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Grafis Kunjungan presiden RI ke Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

Baca Juga: Mitos Seputar Kunjungan Presiden ke Bojonegoro: Benarkah Berujung Lengser?

Bahkan, perjalanan beliau saat itu bersifat “incognito” alias tanpa pengawalan besar-besaran.

Selain itu, saat disinggung terkait literatur terkait datangnya cerita tersebut dalam Buku Babad Tanah Jawi. Menurutnya, dalam buku itu banyak kisah legenda, yang tidak bisa digunakan sebagai sumber primer sejarah yang sezaman.

“Karena ditulis abad 20. Jadi sangat jauh dengan peristiwa tersebut,” imbuh Andre. 

Diketahui, setelah era Presiden Sukarno dan Soeharto, baru ada Presiden Joko Widodo yang melintas dan singgah di Bojonegoro pada 7 Maret 2015. Tepatnya di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro, dalam perjalanannya menuju Kabupaten Blora. Presiden meninjau lokasi pembibitan jati.

Sementara itu, pada peresmian meresmikan Bendungan Gongseng 30 November 2021, presiden Jokowi batal hadir dan digelar secara daring dari lokasi Bendungan Tugu di Trenggalek. (dan/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#joko widodo #mitos #Babad Tanah Jawi #kepala negara #Presiden RI #soeharto #prabowo subianto #sejarah #jokowi #presiden #bojonegoro #soekarno