LAMONGAN, Radar Lamongan - Calon jemaah haji (CJH) di Lamongan bersiap berangkat ke Tanah Suci. Selain ada ketentuan terkait berat barang yang dibawa, CJH juga diingatkan untuk memperhatikan cuaca di Arab Saudi yang jauh lebih panas dari suhu di Indonesia.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur mengaku sudah menerima informasi jika saat ini cuaca di Arab Saudi mencapai 50 derajad celcius. Pihaknya mengingatkan seluruh CJH untuk menjaga kesehatan, serta mulai mempersiapkan diri enghadapi cuaca ekstrem selama menjalankan rukun Islam kelima tersebut.
’’Terutama menghadapi musim panas di Arab Saudi, perbanyak untuk minum air supaya tidak dehidrasi,’’ imbaunya.
Sebab, dikhawatirkan ketika dehidrasi bisa memicu kehilangan kesadaran. ’’Kadang sampai demensia karena faktor kecapekan, karena kekurangan air minum,’’ ucapnya.
Seperti diketahui, tahun ini terdapat 1.880 CJH di Lamongan yang berangkat ke Tanah Suci, yang terbagi menjadi enam kloter. Kloter 5 berjumlah 371 CJH diberangkatkan ke Asrama Haji Surabaya kemarin (11/5) dan diterbangkan ke Tanah Suci hari ini (12/5). Sedangkan, kloter 6,7,8,9 dan 10 berjumlah 1.509 CJH dijadwalkan berangkat ke Asrama Haji Surabaya hari ini dan dijadwalkan diterbangkan ke Tanah Suci besok (13/5).
Baca Juga: Calon Jamaah Haji Lamongan Bakal Diberi Dua Tanda Pengenal
’’Berharap tiba di Madinah sesuai jadwal,’’ tutur Ghofur.
Diberitakan sebelumnya, tahun ini didominasi CJH di atas usia 61 tahun. Dengan cuaca seperti ini, pihaknya memberikan perhatian terhadap CJH lansia. Ghofur mengimbau kepada petugas untuk memberikan layanan yang ramah. ’’Sesuai tagline yakni ramah lansia,’’ imbuhnya.
Kemudian karena puncak haji masih nanti wukuf di Arafah, maka pihaknya mengingatkan CJH untuk memprioritaskan ibadah yang wajib. Yakni hanya melakukan sebagian ibadah sunah untuk menghemat tenaga, guna disiapkan untuk ibadah wukuf di Arafah.
’’Dikurangi, terutama yang lansia untuk kegiatan yang sunah, disesuaikan dengan kondisi masing-masing, sebagaimana pantauan imbauan dari tenaga kesehatan kloter,’’ ujarnya. (sip/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana