RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ribuan masyarakat Bojonegoro butuh kerja. Terlihat dari catatan pengunjung job fair yang digelar di GOR Utama Bojonegoro pada Rabu (26/11) lalu. Total terdapat 2.252 pengunjung yang datang dalam bursa kerja program Sepekan Bojonegoro Enggal Kerjo (Pekan Bejo) tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro Amir Syahid menyampaikan, job fair merupakan upaya pemerintah daerah untuk mengurangi angka pengangguran di Bojonegoro.
Terdapat 40 perusahaan yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Meliputi, 18 perusahaan lokal Bojonegoro, 17 luar daerah, dan lima sisanya dari lembaga pelatihan kerja (LPK), Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), dan BPJS Kesehatan. Total terdapat 5.809 lowongan pekerjaan yang tersedia dalam kegiatan ini.
‘’(Total terdapat) 2.252 pengunjung (job fair),’’ ujarnya Kamis (27/11). Menurut Amir, melalui kegiatan yang digelar dua hari berturut tersebut. Yakni, Talkshow IKM Naik Kelas dan Job Canvasing pada Selasa (25/11) dan Bursa Kerja atau Job Fair pada Rabu (26/11) ini dapat mengurangi angka pengangguran di Bojonegoro.
‘’Artinya, job fair dan pelatihan serta peningkatan kompetensi keahlian bisa mengurangi pengangguran,’’ ujarnya saat pelaksanaan job fair berlangsung. Meski telah mengalami penurunan, namun angka pengangguran di Bojonegoro masih menyita perhatian.
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro, masih terdapat sekitar 32.937 penduduk Bojonegoro yang menganggur tahun ini. Berkurang sekitar 1.848 orang dari Agustus 2024.
Terkait upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan, bahwa program Pekan Bejo merupakan kesempatan bagi generasi Bojonegoro untuk meraih masa depan lebih cerah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah hadir membuka jalan. ‘’Diharapkan kualitas sumber daya manusia Bojonegoro terus meningkat dan mampu bersaing di dunia kerja. Baik tingkat lokal, nasional, maupun internasional,’’ pungkasnya. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana