RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang sapi di Bojonegoro terus merebak. Jumlah sapi yang terjangkit virus yang menyerang hewan berkuku belah tersebut bertambah.
Hingga Rabu (4/2) tercatat 86 ekor sapi terjangkit PMK. Padahal pada Senin (2/2) hanya 60 ekor sapi. Sehingga, ada penambahan sekitar 26 ekor sapi terjangkit PMK selama dua hari.
Pemkab Bojonegoro mengklaim akan memberikan penanganan yang diperlukan. Sehingga masyarakat tidak khawatir dengan penyebaran PMK di Bojonegoro.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Lutfi Nurrahman mengatakan, sampai dengan Rabu (4/2) lalu ada 86 ekor sapi terjangkit PMK.
Sebagai penanganan untuk PMK pihaknya terus melakukan pemantauan. ‘’PMK masih dalam pemantauan, juga jumlah terbaru sapi terjangkit sedang pendataan” ungkapnya. Selain itu, disnakkan melakukan deteksi dini dan investigasi epidemiologi sebagai langkah penanganan.
Juga pemeriksaan klinis ternak, pendataan populasi ternak rentan, serta penelusuran sumber dan potensi penyebaran penyakit PMK. Lutfi menjelaskan, untuk jumlah kematian sapi akibat PMK hingga Selasa (3/2) mencapai 6 ekor. Atau bertambah 4 ekor dari 31 Januri lalu yang hanya dua ekor sapi mati.
Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, sebagai proses penanganan di lapangan, meminta dengan pihak kapolsek dan koramil untuk membatasi akses peternak luar. Sehingga, tidak masuk ke Bojoengoro. ‘’Hal ini penting agar situasi tetap kondusif dan warga bisa merasa lebih tenang tanpa merasa khawatir,” ungkapnya.
Wabup memastikan pemerintah akan turun tangan sepenuhnya. Pihaknya sedang bergerak untuk memberikan penanganan yang diperlukan, baik secara teknis maupun bantuan lainnya. ‘’Kami berkomitmen untuk mendampingi warga hingga situasi kembali pulih,” ungkapnya. (irv/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana