RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Rangkaian perayaan Hari Raya Paskah untuk umat kristiani dimulai dengan ibadah Jumat Agung untuk memeringati wafatnya Isa Almasih pada Jumat (18/04). Mereka berdatangan untuk memulai rangkaian peribadatan Hari Raya Paskah.
Sebagian gereja melaksanakan ibadah Jumat Agung pada pagi hari, seperti di Gereja Kristen Jawi Tengah Utara (GKJTU) Bojonegoro di Bojonegoro Kota, dan GKJTU Kwangenrejo di Desa Leran, Kecamatan Kalitidu. Sementara sebagian lain melaksanakan ibadah pada Jumat sore, misal Gereja Katolik Santo Paulus di Kecamatan Kota.
Mayoritas gereja memiliki tema umum serupa dalam ibadah kali ini, yakni mengenang kematian dan penderitaan Isa Almasih. Diperkirakan, jemaat paling banyak akan datang pada puncak perayaan Paskah, Sabtu sore atau menjelang malam Paskah.
“Untuk ibadah Jumat Agung hari ini ada kurang lebih 900 jemaat yang datang dalam rangka mengenang sengsara dan wafatnya Yesus,” kata Pastor Rekan Gereja Katolik Santo Paulus, Romo Adrianus Aman.
Gereja tersebut memulai rangkaian peringatan Wafat Isa Almasih dan Paskah lebih awal, yakni sejak Kamis sore.
Menurut Romo Aman, tema perayaan Jumat Agung dan Paskah tahun ini mengikuti tema liturgi tahun ini, yakni ‘Peziarah Harapan dalam Tahun Yubileum’.
“Saya kira masih dalam satu kesatuan bahwa perjalanan atau peziarahan hidup manusia di dunia tentu mengenal penderitaan, kesulitan, kegagalan dan lain sebagainya. Namun penderitaan dan kegagalan tersebut bisa direnungkan berkaitan dengan wafat dan kebangkitan Kristus, dimana Kristus juga sengsara dan menderita seperti manusia,” jelas Romo Aman.
Berkaca pada persitiwa-peristiwa tersebut, Romo Aman berharap agar jemaat dapat tabah dan setia dalam menghadapi cobaan hidup.
“Karena pada akhirnya di balik kegagalan pasti ada harapan. Dengan kebangkitan Kristus juga, manusia dapat melewati dan bangkit dari penderitaan,” lanjutnya.
Sementara itu, ibadah Jumat Agung di GKJTU Kwangenrejo berlangsung relatif sederhana. Ibadah di salah satu tempat ibadah komponen Kampung Pancasila di Bojonegoro tersebut dihadiri sekitar 20 orang.
“Saat ini kami belum ada tema khusus, namun untuk Paskah kami memlih tema yang lebih sederhana. Untuk tahun ini temanya; “Hidup Baru di Dalam Kristus,” papar Penatua Majelis GKJTU Kwangenrejo, Suyono.
Panatua Yono melanjutkan, tahun ini GKJTU Kwangenrejo tidak menggelar perayaan khusus Paskah.
“Namun kita tetap mengadakan ibadah pagi,” lanjutnya.
“Saya berharap setiap jemaat yang hadir, mereka bisa benar-benar hidup baru di dalam Kristus lewat pengorbanan di kayu salib. Sehingga hidup mereka diperbarui, dan mereka dapat hidup lebih baik daripada sekarang,” tambah Panatua Yono. (edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana