BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sreeng, suara tahu digoreng. Bergegas, Sri Martini meracik bumbu-bumbu di atas cobek besar. Terutama kacang goreng, lombok, jeruk nipis, dan beragam rempah.
Sambil menanti tahu matang, Mbak Sri sapaannya bergegas mengulek bumbu. Tangannya cekatan, memotong lontong lalu tahu yang matang. Disajikan bersama ulekan kacang dan kecambah. Aroma lontong tahu itu pun semakin menggoda ketika ditaburi bawang goreng.
Lontong tahu Mbak Sri ini menjadi kudapan malam. Berada di Kawasan Pecinan persisnya di Jalan Sarimulyo, Kelurahan Banjarejo, Bojonegoro, buka usai magrib hingga tengah malam.
‘’Rasanya enak, beda dari lontong tahu atau nasi pecel lainnya,” tutur Nurul Hidayah pembeli yang memakan di lokasi.
Rasanya manis, gurih, dan pedas, menjadikan lontong tahu menjadi kudapan tepat kala malam. Nurul mengaku sering membeli bersama suami dan anaknya ketika malam. ‘’Worth it antara rasa dan harga,” ujar ibu asal Desa Mulyoagung tersebut.
Buka sejak 2003, selalu antre ketika usai magrib dan isya. Lontong tahu ini menjadi pilihan ketika lapar di malam hari. Berpadu kerupuk dan tempe goreng panas. Semalam, Mbak Sri menghabiskan 60 lontong. ‘’Lontong tahu ini isiannya banyak,” tutur Mbak Sri sambil menyajikan sepiring gorengan.
Kuliner legendaris ini pun punya beragam pelanggan. Dan jujugan perantau dari Surabaya dan Jakarta. ‘’Biasanya kalau mereka mudik menyempatkan mampir ke warung,” ujarnya. (yna/rij)
Editor : Yuan Edo Ramadhana