Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tak Hanya Perayaan, Ini Amalan Sunnah Idul Fitri yang Perlu Dilakukan!

Hakam Alghivari • Minggu, 30 Maret 2025 | 16:25 WIB

 

 

saling memberi ucapan selamat kepada kerabat atau teman
saling memberi ucapan selamat kepada kerabat atau teman

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, umat Islam menyambut hari kemenangan, yakni Idul Fitri. Hari ini menjadi momen yang dinanti-nantikan karena penuh dengan kebahagiaan dan kegembiraan. Bukan hanya karena berakhirnya bulan puasa, tetapi juga karena kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga, sahabat, dan sesama Muslim dalam suasana yang penuh kehangatan. Lebaran bukan sekadar hari raya, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta mensucikan diri dengan saling memaafkan. 

 

Namun, kegembiraan di hari Idul Fitri tidak hanya sebatas perayaan, tetapi juga memiliki nilai ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Islam mengajarkan bahwa hari kemenangan ini sebaiknya dirayakan dengan penuh kesyukuran dan tetap dalam koridor syariat. Mengutip dari laman resmi Kemenag RI terdapat beberapa amalan yang dianjurkan dalam menyambut dan merayakan Idul Fitri agar hari suci ini semakin bermakna. Berikut adalah beberapa sunnah yang bisa dilakukan berdasarkan ajaran Rasulullah. 

 Baca Juga: Menggapai Keberkahan Lailatul Qadar: Panduan Lengkap Niat, Tata Cara, dan Amalan Utama di 10 Malam Terakhir Ramadhan

1. Memperbanyak Membaca Takbir 

Salah satu sunnah yang dianjurkan pada malam dan pagi Idul Fitri adalah memperbanyak takbir. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 185 bahwa setelah menyelesaikan ibadah Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk bertakbir sebagai bentuk rasa syukur. Takbir ini dapat dibaca sejak matahari terbenam pada malam 1 Syawal hingga sebelum shalat Idul Fitri. 

 

Takbir Idul Fitri terbagi menjadi dua jenis, yaitu takbir muqayyad dan takbir mursal. Takbir muqayyad dibaca setelah shalat fardhu, sementara takbir mursal dapat dibaca kapan saja dan di mana saja. Berikut bacaan takbir yang bisa kamu baca:

 

 اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا إيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَر

 

 

Bacaan takbir ini menjadi pengingat bahwa kemenangan sejati datang dari Allah SWT. 

2. Memakai Pakaian Terbaik dan Berhias 

Pada hari yang suci ini, umat Islam disunnahkan memakai pakaian terbaik, bahkan lebih utama jika berwarna putih sebagai simbol kesucian. Selain itu, berhias dengan membersihkan diri, memotong kuku, serta memakai wewangian juga dianjurkan. Namun, bagi perempuan, berhias tetap harus sesuai dengan ketentuan syariat Islam. 

 Baca Juga: Tanda dan Keutamaan Malam Lailatul Qadar dalam Bulan Ramadhan 2025

3. Makan Sebelum Shalat Idul Fitri 

Rasulullah SAW memiliki kebiasaan makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri. Beliau biasa mengkonsumsi beberapa butir kurma dalam jumlah ganjil sebelum berangkat ke tempat shalat. Hal ini menjadi sunnah yang dapat diikuti oleh umat Islam sebagai bentuk pengamalan ajaran beliau. Selain itu, berpuasa pada hari ini diharamkan, sehingga sunnah ini juga menegaskan bahwa Idul Fitri adalah hari berbuka dan bersyukur atas nikmat Allah. 

 

4. Melaksanakan Shalat Idul Fitri 

Shalat Idul Fitri merupakan ibadah yang sangat dianjurkan bagi seluruh umat Islam. Shalat ini dilakukan ketika matahari telah setinggi tombak atau sekitar dua meter dari ufuk. Rasulullah SAW juga memiliki kebiasaan melewati jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat shalat. Hal ini mengandung hikmah, salah satunya adalah untuk menyebarkan salam dan keberkahan kepada lebih banyak orang. 

 Baca Juga: Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

 

5. Mengunjungi Rumah Keluarga dan Sahabat 

Hari raya Idul Fitri juga menjadi waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi. Umat Islam dianjurkan untuk mengunjungi keluarga, sahabat, dan tetangga untuk saling bermaafan serta memperkuat hubungan sosial. Tradisi ini telah dilakukan sejak zaman Rasulullah dan terus dilestarikan hingga saat ini. 

 

 

6. Memberikan Ucapan Selamat 

Di hari yang penuh kebahagiaan ini, umat Islam dianjurkan untuk saling mengucapkan selamat sebagai bentuk doa dan kebersamaan. Ucapan seperti Taqabbalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan kalian) menjadi doa yang penuh makna untuk sesama Muslim. 

 

Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang bagaimana umat Islam menghayati makna kemenangan dengan tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan menjalankan sunnah-sunnah ini, perayaan Idul Fitri tidak hanya menjadi ajang kebahagiaan duniawi, tetapi juga menjadi bagian dari ibadah yang penuh keberkahan. (oss/mgg)

Editor : Hakam Alghivari
#amalan Idul Fitri #Hari Kemenangan #Silaturahim #idul fitri