RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tata cara puasa syaban, jenis-jenis puasa sunnah di bulan Syaban beserta keutamaannya.
Bulan Syaban merupakan bulan dimana amal tahunan umat manusia dilaporkan kepada Allah. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk berpuasa di bulan ini, agar laporan amal kita dalam keadaan baik.
Rasulullah saw memiliki kebiasaan berpuasa di bulan Syaban, sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah yang akan diterangkan di bawah nanti.
Puasa Syaban memiliki banyak keutamaan dan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Berikut adalah tata cara teknis pelaksanaan puasa Syaban yang dapat Anda ikuti:
1. Niat Puasa Syaban
Niat puasa Syaban sebaiknya dilakukan di dalam hati. Anda bisa mengucapkan niat secara mutlak, misalnya: "Saya niat puasa," atau menggunakan niat yang lebih spesifik berikut ini:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma sya'bâna lilâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa Sya'ban karena Allah Ta'ala."
Sebagaimana puasa sunnah lainnya, niat puasa Syaban dapat dilakukan mulai malam hari hingga sebelum siang, tepatnya sebelum waktu zawal (matahari tergelincir ke barat), dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
2. Makan Sahur
Lebih utama untuk makan sahur menjelang waktu subuh, sebelum waktu imsak. Makan sahur ini akan memberikan kekuatan bagi tubuh selama berpuasa.
3. Melaksanakan Puasa
Selama berpuasa, Anda harus menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa.
4. Menjaga Pahala Puasa
Selain menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, penting juga untuk menjaga lisan dan perbuatan, menghindari berkata kasar, menggunjing, dan segala bentuk dosa agar pahala puasa tetap terjaga.
5. Berbuka Puasa
Segeralah berbuka begitu waktu Maghrib tiba, sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Jenis-Jenis Puasa Sunnah di Bulan Syaban
Di bulan Syaban, terdapat beberapa jenis puasa sunnah yang dapat dilakukan, antara lain:
1. Puasa Sunnah Syaban
Puasa sunnah ini merupakan amalan yang biasa dilakukan oleh Rasulullah SAW pada bulan Syaban. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa Aisyah berkata:
"عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: "مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَامَ شَهْرًا كَامِلًا إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ صِيَامًا مِّنْ شَعْبَانَ
Artinya: Dari Aisyah R.A berkata; "Saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan saya juga tidak pernah melihat beliau berpuasa sebanyak itu selain pada bulan Syaban."
Dalam riwayat lain, Ummu Salamah juga menyebutkan bahwa Rasulullah SAW sering berpuasa pada bulan Syaban, dan tidak ada bulan lain yang beliau puasa secara terus-menerus selain bulan Ramadhan dan Syaban.
Niat Puasa Syaban:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma sya'bâna lilâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa Sya'ban karena Allah Ta'ala."
2. Puasa Nisfu Syaban
Puasa Nisfu Syaban dilakukan pada pertengahan bulan Syaban. Rasulullah SAW menganjurkan untuk beribadah pada malam Nisfu Syaban dan berpuasa di siangnya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, disebutkan:
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا يَوْمَهَا، فَإِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى السَّمَاء الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ، أَلَا مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهُ، أَلَا مِنْ مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ، أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطَّلِعَ الْفَجْرَ
Artinya: "Ketika malam Nisfu Sya'ban tiba, maka beribadahlah di malam harinya dan puasalah di siang harinya. Sebab, sungguh (rahmat) Allah turun ke langit dunia saat tenggelamnya matahari. Kemudian Ia berfirman: "Ingatlah orang yang memohon ampunan kepadaKu maka Aku ampuni, ingatlah orang yang meminta rezeki kepada-Ku maka Aku beri rezeki, ingatlah orang yang meminta kesehatan kepada-Ku maka Aku beri kesehatan, ingatlah begini, ingatlah begini, sehingga fajar tiba."
Baca Juga: Keutamaan Puasa di Bulan Syawal, Fadhilah : Seperti puasa 1 Tahun Penuh
Niat Puasa Nisfu Syaban:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma sya'bâna lilâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa Sya'ban karena Allah Ta'ala."
3. Puasa Senin-Kamis di Bulan Syaban
Puasa pada hari Senin dan Kamis di bulan Syaban juga dianjurkan. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa pada hari-hari ini, malaikat menyatakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Nasa’i:
"أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "إِنَّ أَعْمَالَ النَّاسِ تَعْرِضُ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ جُمُعَةٍ فَيَغْفِرُ لِمَنْ صَامَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ، وَيَجْعَلُ اللَّهِ إِجَابَتَهُ إِلَى أَنْ تَرَاهُ فِي دُهُورِهِ."
"Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: 'Sesungguhnya amal-amal manusia diperlihatkan kepada Allah setiap malam Jumat, maka Allah akan mengampuni orang yang berpuasa pada hari Senin dan Kamis.'"
Niat Puasa Senin:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa Senin karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Kamis:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil khamisi lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa Kamis karena Allah Ta'ala."
4. Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriyah, termasuk pada bulan Syaban. Puasa ini memiliki keutamaan karena dilaksanakan pada hari-hari yang terang benderang. Pada tahun 1445 H, puasa Ayyamul Bidh pada bulan Syaban jatuh pada tanggal 22, 23, dan 24 Februari 2024.
Niat Puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah Ta'ala."
(kam)
Editor : Hakam Alghivari