Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2 Kebiasaan 'Aneh' yang Cuma Dimiliki Orang Cerdas, Menurut Riset Psikologi

Bhagas Dani Purwoko
CERDAS: Ketahui kebiasaan aneh orang cerdas.
CERDAS: Ketahui kebiasaan aneh orang cerdas.

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Masyarakat kita lama memiliki gambaran mental yang seragam mengenai sosok "orang cerdas": seseorang yang selalu tampil rapi, bertutur kata santun, tenang, dan memilih setiap kosakatanya dengan sangat hati-hati.

Dilansir dari laman Psychology Today, daya tarik figur yang anggun dan pendiam ini memang sangat memikat karena mereka tampak seperti sudah memikirkan segala hal matang-matang sebelum membuka suara.

Namun, rangkaian penelitian psikologis modern terus meruntuhkan stereotip usang tersebut.

Advertisement

Dalam satu dekade terakhir, para ilmuwan kognitif dan pakar pemrosesan verbal berhasil mengidentifikasi dua perilaku spesifik yang sering kali dicap negatif sebagai tanda kurangnya kontrol diri atau kemalasan linguistik, padahal secara neurologis merupakan indikator valid dari kemampuan kognitif dan kecerdasan verbal tingkat tinggi.

Dua kebiasaan unik ini mungkin sering membuat Anda mendapat pandangan sinis di ruang publik atau acara formal.

Advertisement

 Namun, eksistensinya didukung oleh volume penelitian kredibel yang ditinjau oleh rekan sejawat (peer-reviewed). Berikut ulasan ilmiah di balik dua kebiasaan "aneh" tersebut:

1. Berbicara Sendiri dengan Suara Keras (Solilokui)

Ada anggapan budaya yang mengakar kuat bahwa orang yang sering berbicara sendiri di tempat umum dianggap eksentrik, aneh, atau bahkan menunjukkan indikasi gangguan mental.

Kebiasaan ini kerap mengundang tatapan miring di lorong supermarket atau membuat anggota keluarga menegur Anda untuk memastikan kondisi psikologis Anda baik-baik saja. Namun, sains justru mengungkap fakta yang berkebalikan.

Dalam sebuah studi monumental tahun 2012 oleh Gary Lupyan dan Daniel Swingley yang dipublikasikan di Quarterly Journal of Experimental Psychology, para peserta diminta mencari sebuah objek visual (seperti buah pisang) di antara tumpukan gambar objek lainnya.

Hasilnya menunjukkan secara konsisten bahwa peserta yang diinstruksikan untuk mengucapkan nama objek tersebut dengan lantang saat mencari, mampu menemukan target jauh lebih cepat dibandingkan mereka yang mencari dalam keheningan.

Advertisement
Editor : Bhagas Dani Purwoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sering Pakai AI Bikin Otak Malas Berpikir? Kenali Fenomena 'Cognitive Surrender'!

Sering Pakai AI Bikin Otak Malas Berpikir? Kenali Fenomena 'Cognitive Surrender'!

Waspadai bahaya laten cognitive offloading akibat terlalu sering menggunakan AI! Riset psikologi kognitif menunjukkan ketergantungan pada ChatGPT atau Gemini bisa memicu "penyerahan kognitif" yang mengikis ketajaman otak

Kepribadian Seseorang Bisa Berubah? Ini Penjelasan dari Sisi Psikologi

Kepribadian Seseorang Bisa Berubah? Ini Penjelasan dari Sisi Psikologi

Kepribadian sering dianggap sebagai sesuatu yang melekat pada diri seseorang sejak lama. Orang yang dikenal pendiam, misalnya, kerap dianggap akan selalu menjadi pribadi yang tertutup.

Mengenal Beragam Tipe Kepribadian dan Karakter yang Dimiliki Setiap Orang

Mengenal Beragam Tipe Kepribadian dan Karakter yang Dimiliki Setiap Orang

Setiap orang memiliki kepribadian dan karakter yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat terlihat dari cara seseorang berpikir, mengambil keputusan, berkomunikasi, merespons masalah hingga berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer