Jelang Idul Adha, Permintaan Cek Kebuntingan Sapi Blora Naik 25 Persen

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, permintaan layanan pemeriksaan kebuntingan sapi di Pasar Pon Blora mengalami lonjakan. Peningkatan permintaan tercatat mencapai sekitar 25 persen seiring meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora Rasmiyana mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan status sapi indukan dalam kondisi bunting atau tidak.
Menurutnya, lonjakan permintaan datang dari berbagai kalangan, mulai pedagang, peternak, hingga masyarakat yang hendak membeli ternak.
"Biasanya rata-rata pemeriksaan sekitar 20 sampai 25 ekor setiap hari pasar. Sekarang meningkat menjadi 25 hingga 30 ekor," ujarnya.
Ia menjelaskan, sapi bunting memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan sapi biasa. Karena itu, banyak pelaku usaha maupun pembeli memilih memastikan kondisi ternak sebelum transaksi dilakukan.
Baca Juga: Transaksi Penjualan Sapi Jelang Idul Adha di Blora Capai Rp 9 Miliar
"Permintaan datang dari pedagang, peternak, maupun masyarakat yang akan membeli sapi," katanya.
Untuk layanan tersebut, DP4 Blora memberlakukan retribusi sebesar Rp30 ribu untuk setiap pemeriksaan kebuntingan sapi. Hasil retribusi itu nantinya masuk sebagai pendapatan asli daerah (PAD).
Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, petugas akan memberikan stempel pada tubuh sapi sebagai penanda bahwa ternak tersebut telah diperiksa dan dinyatakan bunting.
Tidak hanya layanan pemeriksaan kebuntingan yang mengalami peningkatan, aktivitas perdagangan ternak di Pasar Pon juga mulai menggeliat menjelang Idul Adha.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




