RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Manajemen membantah tegas isu penjualan Persibo. Sebaliknya memastikan hanya ada pergeseran kepemilikan saham di perusahaan yang menaungi klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro itu. Dari sebelumnya dimiliki beberapa orang, kini hanya dipegang satu orang.
Perubahan kepemilikan saham di PT Persibo Juara Jaya merupakan hal yang wajar. Tentu dalam perubahan tersebut bakal ada perombakan di struktur kepengurusan klub bermarkas di Stadion Letjend Soedirman (SLS).
Konsultan Persibo Eko Setyawan mengatakan, perusahaan yang menaungi Persibo yaitu PT Persibo Juara Jaya tengah mempersiapkan langkah strategis. Tepatnya perubahan struktur internal dalam perseroan.
Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya restrukturisasi organisasi guna memperkuat pondasi klub ke depan.
Pengalihan saham internal tersebut merupakan mekanisme yang sah dan telah diatur dalam Pasal 125 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT), yakni pengambilalihan langsung dari pemegang saham oleh pihak lain.
Baca Juga: Komisi C DPRD Bojonegoro Bakal Ajak Diskusi Manajemen Persibo Perihal Tunggakan Gaji Pemain
Dalam praktik dunia usaha, langkah ini tergolong wajar sebagai bagian dari transformasi perusahaan untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Namun, managemen persibo hanya merubah setruktur internal untuk mempersiapkan kompetisi Liga Nusantara 2026/27 yang akan datang untuk target promosi Championship 2027/28
‘’Pengalihan saham dari pemilik di internal perusahaan saja. Bukan dari luar perusahaan,” ungkap Exco PSSI Pusat tersebut.
Eko menegaskan, perubahan struktur kepemilikan ini tidak akan mengubah identitas maupun akar klub. Persibo dipastikan tetap bermarkas di SLS dan terus menjadi kebanggaan dan ikon Bojonegoro.
‘’Komitmen terhadap nilai historis dan kultural klub tetap menjadi prioritas utama. Persibo tidak hanya sekadar tim sepak bola, tetapi juga simbol identitas dan kebersamaan warga Bojonegoro. Oleh karena itu, manajemen menegaskan bahwa klub ini akan tetap ber-homebase di Bojonegoro serta menjadi milik dan kebanggaan seluruh masyarakat Bojonegoro,” ujarnya.
Menurut Eko restrukturisasi melalui pengalihan saham menjadi strategi penting dalam meningkatkan profesionalitas dan daya saing sebuah entitas, termasuk klub sepak bola. Dengan adanya potensi masuknya pemegang saham baru atau perubahan komposisi kepemilikan, bertujuan agar Persibo dapat memperoleh dukungan yang lebih kuat.
‘’Baik dari sisi finansial maupun manajerial,” jelasnya.
Pihaknya mengaku langkah ini menjadi awal dari babak baru perjalanan Persibo menuju prestasi yang lebih tinggi. Tanpa meninggalkan akar dan loyalitasnya terhadap daerah asal.
Baca Juga: Tendangan Kungfu Fadly Alberto Berbuah Sanksi Larangan Bermain 3 Tahun dari Komdis PSSI
‘’Terima kasih kepada orang-orang baik yang sudah mendukung persibo selama ini, supporrter dan masyarakat, semoga ke depan semakin banyak lagi yang mendukung,” terangnya.
Eko menambahkan tidak mudah mengurus sepak bola, butuh biaya besar. Namun jika mau bersama-sama terutama bantuan dari, pemerintah daerah dan swasta serta masyarakat pecinta sepak bola Bojonegoro khususnya. Persibo ke depan akan jaya kembali.
‘’Mohon doanya,” tambahnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana