RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sisa fase musim reguler Liga Pegadaian Championship 2025/2026 kini dapat dihitung dengan jari. Dengan lima pertandingan tersisa untuk menentukan formasi akhir musim mendatang.
Sebagai pengingat kembali, musim ini Liga Championship (sebelumnya Liga 2) mengadopsi format triple round robin, plus tiga pertandingan pasca musim reguler. Dengan setiap klub peserta bertanding satu sama lain sebanyak tiga kali, total musim reguler terdiri dari 27 pertandingan.
Seluruh 20 klub peserta dipecah menjadi dua grup yang masing-masing berisikan 10 klub di wilayah barat dan timur Indonesia. Nantinya, posisi mereka di klasemen akhir bakal menentukan berjalannya pertandingan pasca musim reguler.
Juara Grup A dan B bakal otomatis meraih promosi ke Super League musim 2026/2027, namun masih harus bertarung di babak final untuk menentukan juara Liga Championship musim ini. Sementara itu, peringkat kedua masing-masing grup bakal bertarung untuk berebut satu tiket promosi terakhir menuju Super League.
Sebaliknya, peringkat ke-9 masing-masing grup bakal menjalani laga hidup mati untuk mempertahankan kedudukan di Liga Championship. Akhirnya, juru kunci di peringkat ke-10 masing-masing klub langsung angkat koper ke Liga Nusantara musim depan.
Baca Juga: Empat Penggawa Timnas Indonesia Alami Masalah Izin Kerja di Liga Belanda, PSSI Akhirnya Buka Suara
Hingga awal pekan ke-23, baru satu klub yang telah jelas nasibnya untuk musim depan. Sriwijaya FC berhasil mencatatkan rekor yang tak diinginkan siapapun, yakni paling cepat terdegradasi ke Liga Nusantara dengan kekalahan dari tetangga mereka sendiri, Sumsel United di pekan ke-21.
Jika tiket degradasi otomatis di Grup A sudah dipegang Sriwijaya FC, Grup B masih menyisakan secercah harapan. Dengan selisih 10 poin dari Persiba Balikpapan dan maksimal 15 poin dapat diraih, Persipal Palu masih memiliki peluang untuk membebaskan diri dari jerat degradasi.
Pun demikian, dengan keadaan tersebut, peluang yang dimiliki Persipal dapat dibandingkan dengan tipisnya kertas dan tisu. Selain itu, Persipal bakal harus bertanding dengan pemimpin klasemen sementara Grup B, PSS Sleman pada Sabtu sore (4/4).
Meskipun sudah aman dari jerat degradasi langsung Grup A dan memiliki tanggungan satu match, Persekat Tegal masih belum aman dari kemungkinan menjalani laga playoff degradasi. Saat ini Persekat tertinggal 6 poin dari PSPS Pekanbaru di posisi ke-8, namun punya peluang memperkecil jarak saat menghadapi Bekasi City pada Senin mendatang (6/4).
Selain itu jika dapat menampilkan progres positif di lima pertandingan tersisa, Persekat dapat menyeret lebih banyak klub lawan menuju jerat playoff degradasi. Di depan PSPS, Persikad Depok dan PSMS Medan hanya berjarak satu poin, sehingga jika salah satu diantara ketiga klub tersebut selip di tengah jalan, Persekat dapat memanfaatkan momentum untuk menyelamatkan diri.
Sementara itu di Grup B, selain Persipal dan Persiba, PSIS Semarang dan Persiku Kudus juga harus berhati-hati dalam lima laga tersisa mereka. Persiku sendiri hanya berjarak enam poin dari Persiba Balikpapan, sementara PSIS hanya memiliki tabungan dua poin.
Beralih ke baris depan Grup A, Adhyaksa FC atau Garudayaksa FC berpeluang saling salip menyalip merebut tiket promosi melalui jalur final maupun playoff. Namun di belakang mereka, Sumsel United dan Bekasi City dapat berpotensi mengganggu persaingan, hanya terpaut hingga enam poin dengan satu tanggungan pertandingan.
Sementara itu di Grup B, dengan rentang lima poin, ada empat klub yang berpeluang meraih tiket promosi musim depan, yakni PSS Sleman, Persipura Jayapura, Barito Putera, dan Tornado FC Kendal. PSS sendiri berpeluang meraih poin gratis saat berhadapan dengan Persipal.
Sebagaimana kata berbagai penikmat sepak bola, bola itu bundar dan apapun dapat terjadi. Namun dengan waktu yang menipis, semua klub peserta dituntut untuk menutup musim reguler dengan penampilan terbaik. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana