RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Indonesia boleh saja mengakhiri SEA Games 2025 di posisi runner-up dari sepuluh negara peserta. Namun setidaknya mayoritas dari kontingen dan cabor yang mereka bela dapat tersenyum lebar kembali ke rumah masing-masing.
Hingga hari penutupan pada Sabtu siang (20/12), total Indonesia telah mengumpulkan 91 keping medali emas. Jumlah tersebut lebih tinggi dari target yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), yakni 80 medali.
Jumlah tersebut juga lebih tinggi ketimbang edisi lalu pada SEA Games 2023, yakni sebanyak 87 medali. Raihan emas edisi 2025 juga menjadi yang tertinggi sejak Indonesia terakhir kali kebagian jatah tuan rumah pada 2011 silam, dan juga menandai pertama kali Indonesia berhasil memetik lebih dari 90 emas ketika tidak sedang menjadi tuan rumah.
Berkaitan hal tersebut, Indonesia akhirnya memperbaiki prestasi posisi akhir di luar jatah tuan rumah. Sejak SEA Games 2011 ketika Indonesia menjadi juara di hadapan publik sendiri, Indonesia belum pernah sekalipun finish di posisi runner-up. Prestasi terbaik para kontingen Garuda sejak saat itu adalah finish ke-3 di SEA Games 2021 dan 2023.
“Alhamdulillah Indonesia sukses menembus target 80 emas. Ini semua berkat perjuangan para atlet yang gigih, dan tak kenal menyerah,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir menanggapi hasil tersebut melalui rilis resmi Kemenpora.
Namun, Erick juga mengingatkan agar para penggawa Garuda harus segera bersiap kembali untuk Asian Games, yang hanya berjarak 10 bulan lagi. “Jangan tenggelam dalam euforia, kita harus segera kembali rapatkan barisan, kembali fokus dan jalani pemusatan latihan untuk kembali berjuang di Asian Games 2026,” tambah pria yang juga Ketua Umum PSSI tersebut.
Tentu, Presiden RI Prabowo Subianto juga turut senang mendengar kabar tersebut. Sambil setengah bercanda, dirinya memastikan para peraih medali akan menerima bonus dari pemerintah.
"Di satu pihak saya senyum, 91 emas. Di lain pihak, agak pusing juga ini. Bonusnya besar juga itu sekarang. Tapi ucapan seorang pemimpin harus dipegang. Yang penting pejuang-pejuang kita hormati dan kita hargai,” ungkapnya.
Selain 91 keping emas, Indonesia juga membawa pulang 111 medali perak dan 131 medali perunggu. Total 333 medali tersebut cukup untuk memberi jarak melawan Vietnam, yang mengemas 87 emas dari total 278 medali.
Sementara itu, meskipun ternoda skandal esports, Thailand tetap melenggang menjadi juara umum dengan memborong 233 emas dari total 495 medali. Sementara itu, setelah resmi bergabung dengan ASEAN beberapa bulan lalu, Timor Leste mengakhiri debut mereka dengan membawa pulang satu medali perak dan tujuh medali perunggu.
SEA Games 2025 sendiri juga diwarnai dengan catatan yang cukup kelam, dengan Kamboja terpaksa mengundurkan diri dari perlombaan di awal pagelaran. Dengan konflik Thailand-Kamboja yang masih berlangsung hingga saat ini, para atlet Kamboja terpaksa ditarik pulang demi keamanan mereka. (edo)
Klasemen Akhir SEA Games 2025
- Thailand: 233 emas, 154 perak, 108 perunggu
- Indonesia: 91 emas, 111 perak, 131 perunggu
- Vietnam: 87 emas, 81 perak, 110 perunggu
- Malaysia: 57 emas, 57 perak, 117 perunggu
- Singapura: 52 emas, 61 perak, 87 perunggu
- Filipina: 50 emas, 73 perak, 153 perunggu
- Myanmar: 3 emas, 21 perak, 46 perunggu
- Laos: 2 emas, 9 perak, 27 perunggu
- Brunei Darussalam: 1 emas, 3 perak, 5 perunggu
- Timor Leste: 0 emas, 1 perak, 7 perunggu