Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Lamine Yamal Bersinar, tapi Barcelona Masih Rapuh: Drama 3-3 di Markas Club Brugge, Liga Champions

Hakam Alghivari • Kamis, 6 November 2025 | 21:51 WIB

 

Lamine Yamal tampil bagus meskipun Barcelona gagal menang atas Club Brugge.
Lamine Yamal tampil bagus meskipun Barcelona gagal menang atas Club Brugge.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Barcelona harus puas berbagi poin dalam laga dramatis melawan Club Brugge di ajang Liga Champions pada Kamis (6/11) malam waktu setempat. Pertandingan yang berlangsung di Jan Breydelstadion itu berakhir imbang 3-3, memperpanjang catatan tanpa clean sheet tim asuhan Hansi Flick menjadi sembilan laga beruntun di semua kompetisi.

Meski tampil dengan dominasi bola lebih besar, kelemahan lini belakang kembali menjadi sorotan utama. Di sisi lain, laga ini menandai kebangkitan Lamine Yamal, yang tampil eksplosif dan menjadi motor serangan Blaugrana sepanjang pertandingan.

Awal Buruk, Balas Cepat

Barcelona tertinggal lebih dulu saat laga baru berjalan enam menit. Garis pertahanan tinggi mereka dengan mudah ditembus oleh Carlos Forbs, yang memberi umpan matang untuk Nicolo Tresoldi. Namun hanya dua menit berselang, Ferran Torres menyamakan kedudukan usai menuntaskan umpan Fermín López.

Tempo tinggi mewarnai jalannya babak pertama. Fermin sempat mengenai tiang, sementara Jules Kounde dan Eric Garcia juga gagal memanfaatkan peluang dari luar kotak penalti. Tapi kelemahan transisi bertahan kembali menghantui Barcelona: menit ke-17, Forbs menambah gol Brugge melalui serangan balik cepat.

Yamal Jadi Titik Balik

Memasuki babak kedua, Barcelona meningkatkan tekanan. Hasilnya datang di menit ke-61, ketika Lamine Yamal memanfaatkan umpan tumit Fermin untuk menaklukkan kiper Jackers dan menyamakan skor 2-2. Namun euforia itu hanya bertahan dua menit. Forbs kembali mencetak gol dan membawa Brugge unggul 3-2.

Barcelona terus berupaya mengejar. Pada menit ke-77, umpan silang Yamal mengenai Christos Tzolis dan berbelok ke gawang sendiri, membuat skor menjadi 3-3. Drama sempat berlanjut hingga masa tambahan waktu ketika Romeo Vermant mencetak gol untuk Brugge, tetapi VAR menganulir karena pelanggaran pada Szczesny.

Masalah Lama Belum Usai

Meski berhasil membawa pulang satu poin, Flick masih harus memutar otak memperbaiki kerapuhan lini belakang timnya. Data Opta mencatat Barcelona telah kebobolan 14 gol dari sembilan pertandingan terakhir, catatan terburuk klub sejak Maret 2013.

“Fragilitas defensif itu kini membuat Barca membayar mahal setiap kesalahan,” tulis El Nacional, menyoroti hilangnya efektivitas garis pertahanan empat bek yang musim lalu menjadi kekuatan utama.

Secara statistik, hasil imbang dianggap adil. Kedua tim sama-sama mencatat 2,14 expected goals (xG). Namun bagi tim sebesar Barcelona, kebobolan tiga gol dari serangan balik menunjukkan ada krisis struktural yang belum terselesaikan.

Kilau Yamal, Harapan di Tengah Krisis

Meski hasil akhir tak ideal, penampilan Lamine Yamal menjadi sorotan positif. Pemain 17 tahun itu disebut media Catalan menampilkan performa terbaiknya musim ini, menunjukkan kedewasaan dalam mengambil keputusan dan menjadi penggerak utama serangan.

Dengan kecepatan, teknik, dan visi bermain yang matang, Yamal menjadi simbol kebangkitan baru di tengah situasi sulit Barcelona. Namun tanpa pembenahan pertahanan, tim asuhan Flick terancam kembali kehilangan poin penting di laga-laga berikutnya. (kam/bgs)

 

Editor : Hakam Alghivari
#club brugge #barcelona #lamine yamal #liga champions