RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Usai gelaran Piala Dunia 2026 mendatang, edisi selanjutnya, Piala Dunia 2030 bakal jadi edisi Piala Dunia yang sangat istimewa. Persatuan Sepak Bola Amerika Selatan, CONMEBOL, punya ide agar gelaran tersebut makin istimewa.
Sama seperti Piala Dunia 2026, Piala Dunia 2030 bakal digelar di tiga negara. Jika Piala Dunia selanjutnya digelar di Amerika Utara (Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada), Piala Dunia 2030 bakal digelar di wilayah Andalusia, yakni Spanyol, Portugal dan Maroko, menjadi Piala Dunia pertama dengan lokasi lintas benua.
Selain itu Piala Dunia 2030 menandai satu abad gelaran Piala Dunia. Sebagai pengingat, Piala Dunia pertama kali digelar sebagai Piala Jules Rimet, yang digelar di Uruguay pada 1930 silam. Uruguay juga menjadi negara pertama yang memenangkan Piala Dunia.
Sehingga pada Desember lalu, selain menyetujui bahwa Piala Dunia 2030 digelar di wilayah Andalusia, disetujui pula bahwa tiga laga awal fase grup digelar di wilayah Amerika Selatan untuk merayakan peringatan seabad Piala Dunia. Rencananya pertandingan-pertandingan tersebut digelar di kota Montevideo di Uruguay, Buenos Aires di Argentina, dan Asuncion di Paraguay.
Namun ternyata CONMEBOL juga masih memiliki satu ide lagi yang saat ini sedang dikomunikasikan di dalam internal FIFA. Yakni, menambah jumlah negara peserta yang berhak ikut Piala Dunia.
Sedianya, Piala Dunia 2030 melanjutkan format baru yang diusung mulai edisi 2026 mendatang, yakni 48 peserta. CONMEBOL mengusulkan agar jumlah peserta ditambah jadi 64 negara.
Pada Rabu, jajaran petinggi CONMEBOL bertemu dengan petinggi FIFA untuk mengkomunikasikan ide tersebut. “Kami ingin menyerukan persatuan, kreativitas dan keyakinan. Karena ketika sepak bol adapat dinikmati semua kalangan, seluruh dunia juga dapat turut merayakannya,” jelas Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez sebagaimana dikutip dari ESPN.
Dominguez juga kembali menyerukan dukungannya untuk rencana laga fase grup spesial yang digelar di tiga negara Amerika Selatan, sebagaimana sebelumnya disebutkan. “Kita tidak ingin edisi kali ini hanya sekedar Piala Dunia yang sama dengan yang sebelum-sebelumnya. Kami percaya edisi mendatang merupakan kesempatan satu abad sekali agar Piala Dunia dapat dimainkan di Uruguay, Argentina dan Paraguay,” tambahnya.
Sejauh ini belum ada tanggapan resmi, baik dari FIFA sebagai organisasi maupun Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA saat ini. Pun demikian, ide Piala Dunia 64 negara sebelumnya sudah pernah dikomunikasikan pada April lalu, namun juga tanpa tindak lanjut. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana