Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penjualan Kambing Blora Terkerek Jelang Idul Adha

A
Penulis: Achmad Syaeroyzi❯
LARIS MANIS: Peternak di Desa Geneng, Kecamatan Jepon sudah menjual sekitar 40 ekor kambing jelang Hari Raya Kurban. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)
LARIS MANIS: Peternak di Desa Geneng, Kecamatan Jepon sudah menjual sekitar 40 ekor kambing jelang Hari Raya Kurban. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)

Advertisement

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Peternak kambing mulai mendulang pundi-pundi rejeki jelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5). Penjualan kambing naik signifikan pada pertengahan minggu ini. 

Salah satu peternak kambing di Desa Geneng, Kecamatan Jepon, Qodam Maulana mengaku optimistis penjualan masih akan terus bertambah hingga mendekati Hari Raya Kurban.

Advertisement

Saat ini, sebanyak 40 ekor kambing miliknya telah laku terjual. Padahal, waktu penjualan masih cukup panjang.

“Tahun kemarin total terjual 45 ekor. Sekarang sudah 40 ekor dan saya masih optimistis bisa bertambah karena masih ada waktu,” ujarnya.

Qodam mengatakan, pembeli tidak hanya lokal tapi juga dari luar daerah, seperti Jakarta dan Gresik. Harga jual kambing bervariasi mulai Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta per ekor. Namun, pembeli paling banyak mencari kambing pada kisaran harga Rp 3 jutaan.

Menurutnya, meski harga kambing tahun ini cenderung mahal, minat masyarakat untuk berkurban tetap tinggi. “Permintaan dari Jakarta satu dan Kabupaten Gresik satu. Untuk Harga memang masih mahal, tapi peminat menjelang Iduladha masih banyak,” katanya.

Untuk menarik pembeli, dirinya juga memberikan sejumlah fasilitas tambahan. Diantaranya biaya perawatan hingga pengiriman kambing menjelang hari H penyembelihan. Sistem pembayaran pun dibuat fleksibel. Pembeli bisa membayar uang muka terlebih dahulu maupun langsung melunasi sesuai kesepakatan.

Qodam mengaku sebagian besar kambing diperoleh langsung dari petani. Sisanya diambil dari pasar hewan. Ia sengaja tidak mengisi kandang terlalu awal agar tidak terbebani biaya pakan yang membengkak.

“Kalau isi kandang dari awal terlalu lama, rugi di ongkos pakan,” ucapnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Transaksi Penjualan Sapi Jelang Idul Adha di Blora Capai Rp 9 Miliar

Transaksi Penjualan Sapi Jelang Idul Adha di Blora Capai Rp 9 Miliar

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, geliat perdagangan ternak di Pasar Hewan Pon Blora meningkat tajam. Ratusan sapi diburu pembeli dari berbagai daerah. Tingginya permintaan membuat harga sapi ikut melonjak hing

KTT Srono Makmur Juara II Tingkat Jatim: Kembangkan Peternakan Terpadu dengan Potensi Lokal

KTT Srono Makmur Juara II Tingkat Jatim: Kembangkan Peternakan Terpadu dengan Potensi Lokal

Dari potensi lokal, tumbuh kemandirian. Melalui inovasi dan kerja konsisten, KTT Srono Makmur membuktikan bahwa usaha yang tekun mampu mengantarkan pada prestasi membanggakan.

Tips Mengatasi Gurem pada Ayam Petelur, Peternak Wajib Tahu Agar Produksi Telur Tetap Optimal

Tips Mengatasi Gurem pada Ayam Petelur, Peternak Wajib Tahu Agar Produksi Telur Tetap Optimal

Gurem menjadi salah satu masalah yang cukup mengganggu dalam pemeliharaan ayam petelur. Parasit kecil yang hidup di sekitar tubuh dan kandang ayam ini dapat menyebabkan ayam merasa gatal, gelisah,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer