Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SK Sudah Terbit, Dua Proyek Pendidikan di Blora Kembali Berlanjut

R
Penulis: Rahul Oscarra Duta❯
DAPAT DUKUNGAN: Lahan seluas 10 hektare disiapkan untuk pembangunan kampus PSDKU UNY di Blora.
DAPAT DUKUNGAN: Lahan seluas 10 hektare disiapkan untuk pembangunan kampus PSDKU UNY di Blora.

Advertisement

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) di Kecamatan Cepu dan Kampus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kecamatan Blora dipastikan segera berlanjut. Kepastian tersebut menyusul terbitnya dua Surat Keputusan (SK) Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terkait rekomendasi perubahan penggunaan lahan sawah untuk kedua proyek tersebut.

Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, SK tersebut diterima Pemerintah Kabupaten Blora di Jakarta pada Rabu sore (20/5). Masing-masing yakni SK Nomor 689/SK-PP.04.03/V/2026 untuk pembangunan Sekolah Rakyat dan SK Nomor 688/SK-PP.04.03/V/2026 untuk pembangunan Kampus PSDKU UNY.

Advertisement

“SK sudah diserahkan dan menjadi dasar kelanjutan pembangunan dua proyek tersebut,” ujarnya, Kamis (21/5).

Arief menjelaskan, terbitnya SK itu melalui proses verifikasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan kementerian terkait mengenai luas lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Blora.

Menurut dia, Pemkab Blora telah memenuhi ketentuan minimal nasional LP2B sebesar 87 persen. Bahkan, capaian Kabupaten Blora tercatat mencapai 88,23 persen.

“Sekolah Rakyat rencananya dibangun di kawasan dekat SPBU Balun, Kecamatan Cepu. Sedangkan Kampus PSDKU UNY akan dibangun di sekitar Kantor Kecamatan Blora, tepatnya di seberang Pasar Induk Sido Makmur,” katanya.

Setelah SK diterbitkan, Pemkab Blora akan segera menyampaikan dokumen tersebut kepada Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) guna mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat. Sementara itu, pembangunan kampus UNY akan dilanjutkan oleh pihak universitas.

“Pembangunan Sekolah Rakyat nantinya dilaksanakan oleh Kementerian PUPR, sedangkan pembangunan kampus dibiayai oleh pihak UNY. Pemkab Blora bertugas menyiapkan lahan pembangunan,” terangnya.

Keberlanjutan dua proyek tersebut diharapkan dapat memperkuat sektor pendidikan di Kabupaten Blora, sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat. (hul/zim)

Advertisement
Editor : Yuan Edo Ramadhana
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Belum Ada Gedung, Sekolah Rakyat Blora Tetap Diminta Buka Pendaftaran

Belum Ada Gedung, Sekolah Rakyat Blora Tetap Diminta Buka Pendaftaran

Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora menghadapi dilema. Belum ada gedung baru, namun tetap diminta membuka pendaftaran siswa baru tahun ajaran mendatang. Kepala SRMA 18 Blora Tri Yuli Setyoningrum menyebut, kapas

Empat Tiang Listrik Patah, PLN Kebut Pemulihan Jaringan

Empat Tiang Listrik Patah, PLN Kebut Pemulihan Jaringan

Angin puting beliung yang menerjang wilayah Cepu juga menyebabkan gangguan jaringan listrik. Empat tiang listrik patah, sedangkan satu tiang lainnya terdampak akibat tertimpa atap rumah warga.

Puluhan Bangunan di Kecamatan Cepu-Kedungtuban Diterjang Puting Beliung

Puluhan Bangunan di Kecamatan Cepu-Kedungtuban Diterjang Puting Beliung

Hujan deras disertai angin puting beliung terjadi di Kecamatan Kedungtuban dan Kecamatan Cepu, Rabu (28/10) mulai sore hingga malam hari. Tercatat  36 bangunan rusak, meliputi rumah, ruko, hingga kandang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer