RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Elemen suporter Persibo mendesak manajemen untuk lebih terbuka dan memberi keleluasaan dalam berkreasi pada Liga Nusantara mendatang.
Mengingat di Liga 2 musim lalu, sempat terjadi ketegangan antara elemen suporter dengan manajemen, maupun panitia pelaksana (panpel) pertandingan. Mulai dari permasalahan tiket, pengecekan KTP, hingga larangan giant flag.
Sementara itu, manajemen Persibo mengajak elemen suporter untuk kembali menyatukan visi dan misi dalam menata kembali klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro. Sehingga mampu promosi ke Liga 2.
Agus Aam, perwakilan elemen suporter Drago Tifoso Curva Nord (DTCN) mengatakan, selain komposisi pemain dan pelatih yang bagus, sinergi dengan suporter perlu untuk Persibo.
Terlebih di musim lalu sempat terjadi kisruh dan ketegangan antara manajemen, panpel, dengan suporter.
‘’Musim lalu sempat kisruh dengan suporter,” katanya.
Menurut Aam, suporter harus diberi keleluasaan dalam menciptakan gairah di stadion. Terlebih, selain permainan atau pemain bintang Persibo, salah satu daya tarik adalah kreativitas suporter.
Baca Juga: Persibo Bojonegoro Segera Seleksi Pemain Lokal Usai Tanda Tangan Kontrak Pelatih Baru
Sementara itu, Presiden Klub Persibo Deddy Adrianto mengajak suporter untuk menyatukan energi untuk membangun tim lebih fokus dan kuat. Terlebih beberapa bulan ini, manajemen sedang mempersiapkan tim untuk Liga Nusantara mendatang
‘’Kami telah menyusun lagi komposisi terbaik untuk musim depan demi melanjutkan ambisi. Kami akan kembali dengan kekuatan lebih,” ungkapnya.
Deddy mengatakan, musim lalu menjadi salah satu perjalanan sulit dalam sejarah Persibo. Suporter maupun manajemen merasakan kekecewaan dan kesedihan atas hasil degradasi dari Liga 2 ke Liga Nusantara.
Namun, menurut Deddy hasil di musim lalu bukan akhir kisah Persibo. Sebaliknya menjadi proses yang harus dilalui untuk membangun lagi kekuatan, gairah, dan kesatuan.
‘’Persibo adalah klub kebanggaan dengan sejarah panjang,” jelasnya. (irv/msu)