RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemusatan latihan kabupaten (puslatkab) untuk pekan olahraga provinsi (porprov) saat Ramadan tetap berjalan. Latihan di bulan puasa disesuaikan, dengan waktu digeser malam.
Menurut Wakil Ketua KONI Bojonegoro Tonny Ade Irawan, pada ramadan puslatkab berjalan dengan program menyesuaikan. Banyak cabang olahraga latihan malam untuk menyiasati kondisi atlet yang berpuasa ketika siang.
Terkait risiko penurunan kondisi atlet selama puasa, Tonny mengaku tentu ada penurunan kondisi. Terlebih latihan selama puasa tak maksimal.
Namun melihat porprov yang digelar Juni, masih ada cukup waktu untuk mengembalikan kondisi atlet.‘’Bahkan meningkatkan kondisi,” ungkapnya.
KONI saat ini sudah mengantongi data terbaru kondisi fisik atlet puslatkab hasil tes pada akhir Februari lalu atau sebelum puasa.
Tonny menjelaskan hasil tes fisik jelang ramadan kondisi atlet ada peningkatan bagus untuk kebugaran atlet.
‘’Meski ada beberapa yang masih jauh dari harapan atau target ditentukan,” terangnya.
Terkait promosi dan degradasi atlet, menurut Tonny, atlet diproyeksikan proprov masih bisa berubah satu dua. Terlebih masih ada beberapa cabor belum selesai menentukan atlet yang pasti untuk porprov.
‘’Menunggu hasil tes terakhir,” ujarnya.
Tonny mengatakan, atlet yang diberangkatkan porprov berdasarkan kemampuan untuk bisa bersaing dan berpotensi medali. Indikatornya seperti juara kejuaraan provinsi (kejurprov), peraih medali porprov edisi sebelumnya yang masih memenuhi syarat, juga catatan waktu atau jarak yang diraih bisa bersaing di level Jatim untuk porprov.
‘’Jika memang bisa bersaing dan potensi medali tentu akan kami berangkatkan,” jelasnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana