Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kemenpora dan IMI Targetkan Reli Indonesia Kembali ke Kalender WRC 2026

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 16 Januari 2025 | 03:23 WIB
Dengan ditandatanganinya MoU antara Kemenpora, IMI dan WRC Promoter, kembalinya Reli Indonesia ke kalender WRC setelah 3 dekade dapat terwujud. (Instagram Raffi Ahmad)
Dengan ditandatanganinya MoU antara Kemenpora, IMI dan WRC Promoter, kembalinya Reli Indonesia ke kalender WRC setelah 3 dekade dapat terwujud. (Instagram Raffi Ahmad)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Indonesia pernah mencatatkan diri dalam sejarah balap reli dunia dengan menjadi bagian dari kalender World Rally Championship (WRC, kejuaraan reli dunia) pada tahun 1996 dan 1997.

Bahkan, tadinya Reli Indonesia edisi 1998 juga direncanakan digelar. Namun, batal karena krisis poitik pada masa tersebut, yang berujung pada lengsernya Soeharto sebagai presiden Indonesia.

Kedua edisi yang digelar saat itu sama-sama disapu bersih oleh Carlos Sainz Sr. bersama navigatornya, Luis Moya, menggunakan Ford Escort RS Cosworth. Pembalap tanah air juga tidak ketinggalan unjuk gigi, dengan Reza Pribadi finish kelima pada edisi 1996 dengan Denis Giraudet sebagai navigator, dan kesepuluh pada 1997 bersama Klaus Wicha sebagai navigator.

Selain itu, reli yang digelar di dekat Danau Toba, Sumatera Utara tersebut terkenal sebagai reli yang tidak kenal ampun terhadap mobil dan pembalap, dengan iklim panas, jalan berlumpur dan cuaca yang dapat berganti dengan cepat. Legenda balap reli seperti Tommi Makkinen dan mendiang Colin McRae tercatat gagal finish pada kedua edisi Reli Indonesia karena tergelincir di area persawahan atau hutan.

Hampir tiga dekade berselang, Indonesia punya kesempatan menggelar Reli Indonesia sebagai bagian dari kalender WRC untuk ketiga kalinya. Hal tersebut tercapai setelah Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan pihak WRC Promoter GmbH selaku penyelenggara WRC menandatangani nota kesepakatan (MoU) di Kantor Kemenpora, Rabu siang (15/1).

“Kami baru saja menandatangani MoU denagn IMI dan WRC, ini penjajakan resmi WRC untuk seri Indonesia. Kami sangat senang WRC sudah resmi mempunyai keinginan serius dan secara formal ingin masuk Indonesia,” terang Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo usai melakukan tandatangan di hadapan media.

Jika tidak ada aral melintang, pemandangan mobil balap kelas dunia memakai plat nomor Indonesia dan  berlari di belakang rumah warga dan perkebunan dapat kembali terwujud. (Dok. motorsport Images)
Jika tidak ada aral melintang, pemandangan mobil balap kelas dunia memakai plat nomor Indonesia dan berlari di belakang rumah warga dan perkebunan dapat kembali terwujud. (Dok. motorsport Images)


Menurut Dito, WRC Promoter tidak hanya menawarkan penyelenggaraan balap reli saja, namun juga mendukung pembalap tanah air untuk bergabung dengan tim atau manufaktur WRC. Selain itu, pembalap perempuan juga didorong untuk mengikuti balap reli mulai dari kelas Junior WRC.

Di luar lintasan, Dito juga meyakini gelaran Reli Indonesia dapat membantu promosi Indonesia ke luar negeri, sehingga dapat mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Saat ini, ajang internasional seperti Formula E, MotoGP, World Superbike, MXGP dan F1H2O mengisi peran tersebut.

"Kami percaya ini akan berdampak positif untuk Indonesia, karena terakhir kali mengadakan (Reli Indonesia sebagai bagian dari WRC) tahun 1996 dan 1997. Ini akan membawa dampak yang lebih besar untuk promosi Indonesia dan juga kemajuan olahraga motosport di Indonesia," papar Dito.

Ketua IMI Bambang Soesatyo menambahkan, pihak WRC Promoter memberikan opsi penyelenggaraan pada 2026 atau 2027. Namun seluruh pihak sedang mengusahakan agar Reli Indonesia dapat dicantumkan dalam kalender musim 2026, dengan lokasi di Danau Toba, sama seperti edisi 1996 dan 1997.

“Ini masih negosiasi apakah 2026 atau 2027, tapi diupayakan tahun 2026. WRC sudah ada 14 agenda di tahun 2026, kita akan sisipkan satu agenda yang tempatnya di Toba,” ujar Bamsoet.

Senada dengan Dito, penyelenggaraan WRC di tanah air diyakini dapat mendukung sektor pariwisata, utamanya dari sisi sport tourism (wisata olahraga), serta mendukung pertumbuhan ekonomi. “Pak Presiden Prabowo ingin meningkatkan sport tourism untuk meningkatkan ekonomi lokal dan nasional," lanjut pria yang pernah menjabat sebagai Ketua MPR RI tersebut.

Event Director WRC, Simon Larkin yang bertindak sebagai perwakilan WRC Promoter mengapresiasi niatan Indonesia untuk kembali menggelar gelaran reli tingkat dunia. “Indonesia begitu ambisius menggelar WRC, dan ini akan jadi kabar yang menguntungkan untuk kedua pihak. Indonesia tidak boleh diremehkan untuk menggelar seri WRC di masa depan,” ungkap Simon.

Perlu diketahui, selain Indonesia, beberapa negara lain juga berebut tempat untuk menggelar balap WRC di negara mereka. Amerika Serikat menjadi yang pertama mengajukan proposal, bahkan telah menggelar reli percobaan, yakni Rally USA Tenessee pada 2024 lalu.

Kemudian, Kroasia juga telah mencoba mempertahankan posisinya di kalender WRC pada 2026 setelah menggelar Reli Kroasia tahun lalu, namun tidak memiliki pendanaan cukup untuk tahun ini. Untuk 2025, Reli Kroasia akan menjadi bagian dari ERC (kejuaraan reli Eropa).

Serupa dengan Kroasia, Irlandia juga gagal mengisi kalender WRC 2025 akibatnya kurangnya pendanaan untuk menggelar Reli Irlandia pertama kali sejak 2009. Namun serupa dengan Indonesia, WRC Promoter dan asosiasi balap setempat, Motorsport Ireland telah memiliki kesepakatan untuk bernegosiasi untuk penempatan pada kalender musim 2026. (edo/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pariwisata #amerika serikat #reli indonesia #Wisata #motogp #indonesia #carlos sainz #bambang soesatyo #wisata olahraga #menpora #world superbike #tanah air #mpr ri #wrc #soeharto #reli #F1H2O #mxgp #olahraga #ford escort #sumatera utara #irlandia #imi #sejarah #ikatan motor indonesia #dito ariotedjo #kroasia #formula e #sport tourism #danau toba #World Rally Championship #kemenpora #prabowo #balap reli