RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Salah satu ujung tombak tim nasional (timnas) Spanyol, Lamine Yamal, resmi bertambah usia pada Sabtu lalu (13/7). Bintang muda yang kini berusia 17 tahun tersebut diberi kejutan berupa pesta ulang tahun sederhana dengan kue buah yang dipasangi lilin pasca sesi latihan rutin oleh rekan-rekannya.
Setelah merayakan ulang tahun, Yamal menegaskan, kado yang ingin ia raih pada ulang tahun kali ini dalam rilis resmi timnas Spanyol. “Saya senang dapat merayakan ulang tahun dan berangkat ke final bersama teman-teman. Jadi, kado yang saya inginkan adalah kemenangan atas Inggris!,” ungkap Yamal.
Sehari sebelumnya (12/7), rekan Yamal, Nico Williams juga merayakan ulang tahun ke-22. Sama seperti Yamal, ulang tahun Nico dirayakan pasca latihan dengan tiup lilin dan potong kue bersama. Namun, sedikit berbeda dengan Yamal, kue Nico terbuat dari cokelat dan kacang.
Tentu, kemenangan Euro 2024 bakal jadi kado ulang tahun untuk Yamal dan Nico. Selain itu, trofi Euro 2024 juga bakal jadi stempel pengesahan munculnya generasi emas baru pesepak bola muda negeri Matador tersebut, setelah terakhir kali memenangkan Piala Dunia 2010 dan Euro 2012. Namun, kemudian malah terjun bebas.
Di kubu seberang, timnas Inggris ingin memanfaatkan kesempatan kedua yang datang pasca sebelumnya nyaris memegang trofi Euro 2020 pada 2021 lalu, namun kemudian dihajar Italia. Selain itu, banyak pula pemain yang ingin menambah trofi Euro pada curriculum vitae (CV) mereka, termasuk kapten Three Lions (julukan timnas Inggris), Harry Kane, yang terkenal telah lama puasa trofi prestisius di level klub.
Disinggung mengenai final Euro 2020 lalu di konferensi pers pra pertandingan final, Kane memuji kawan-kawannya yang dapat bangkit kembali setelah melalui perjalanan panjang. “Kami semua patah hati setelah final dulu, dan perjalanan untuk sampai ke final lagi butuh waktu panjang. Jadi, saya salut kepada kawan-kawan saya yang tegar dan bermental baja sehingga kami bisa masuk final lagi,” ujar Kane.
Selain trofi Euro, secara pribadi Kane juga berpeluang merebut trofi sepatu emas untuk top scorer Euro kali ini. Saat ini, Kane dan Dani Olmo sama-sama berada di puncak perolehan gol dengan tiga kali merobek jala gawang.
Namun, Kane mengklaim tidak tergoda dengan prospek menjadi bintang utama dan memborong dua piala ke tanah airnya. “Yang paling penting pertama itu menang, jadi sebagai seorang striker tentu saya ingin ngegol. Tapi, kalau kawan saya yang mencetak gol dan kami menang, juga tidak apa-apa,” jelas pemain yang berkarir di Jerman bersama Bayern Munchen tersebut.
Kemudian, Gareth Southgate sebelumnya dikritik publik pengamat bola karena masih sempat utak-atik skuad. Sehingga, menyebabkan penyajian permainan yang membingungkan dari anak-anak asuhnya. Tapi, kini dielu-elukan kembali oleh publik Inggris karena dapat kembali mengantar Three Lions ke final Euro. Serta, ternyata masih punya taktik jitu dan skuad pelapis handal seperti yang ditunjukkan saat pertandingan semifinal melawan Belanda (11/7) lalu. Penggantian Kane dan Bukayo Saka dengan Cole Palmer dan Ollie Watkins terbukti manjur, dengan Palmer menyuplai bola ke Watkins yang kemudian dikonversikan menjadi gol cantik tepat di akhir pertandingan.
Southgate sendiri mengaku permainan anak-anak asuhnya akhirnya membaik di babak eliminasi. “Saat fase grup kemarin kami sempat terhalang. Namun, anak-anak mulai tampil lepas akhir-akhir ini. Saya bangga kepada anak-anak saya yang tetap tegar dan berkembang di tengah keraguan dan kesulitan yang menimpa kami,” kata Southgate.
Disinggung mengenai lawan mereka, Southgate yakin anak-anak asuhnya dapat mengimbangi skuad La Furia Roja (julukan timnas Spanyol). “Spanyol merupakan tim yang mengandalkan intensitas pressing tinggi, serta selalu menguasai bola. Namun, dalam pertandingan akhir-akhir ini anak-anak saya juga sudah jago dalam penguasaan bola,” jelasnya.
Sementara itu, Pelatih Spanyol Luis de la Fuente percaya, bahwa kunci kemenangan adalah meminimalisasi kesalahan. “Harus dipahami bahwa pertandingan seperti ini bergantung hingga pada hal-hal kecil. Siapa pun yang lebih jarang membuat kesalahan bakal menang,” ungkap Luis.
Laga di Stadion Olimpiade Berlin Senin dini hari (15/7 02.00 WIB) akan menentukan siapa yang berhak menyandang gelar raja Eropa untuk empat tahun ke depan. Serta, siapa yang akan memimpin Eropa jelang Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Laga akan dipimpin oleh wasit François Letexier asal Perancis, yang juga memimpin laga playoff Olimpiade 2024 antara Indonesia melawan Guinea lalu (9/5). Letexier yang berusia 35 tahun juga resmi menjadi wasit termuda yang memimpin final Euro sepanjang sejarah.
Sementara itu, siapa pun yang kalah di final harus memperpanjang puasa trofi hingga 2028 mendatang, dengan untuk kedua kalinya sejak Euro 2008 di Swiss dan Austria, gelaran Euro akan digelar dalam lebih dari satu negara. Euro 2028 akan digelar di seluruh area Britania Raya, yakni Inggris, Skotlandia, Wales, Republik Irlandia dan Irlandia Utara. (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana