Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Radar History: Proyek Jembatan Kalitidu dan Malo Telan Rp 30 M

M. Irvan Romadhon • Minggu, 28 Juni 2026 | 12:30 WIB
ERA SANTOSO: Pembangunan Jembatan Malo di era Bupati Bojonegoro Santoso. (DOKUMENTASI RADAR BOJONEGORO)
ERA SANTOSO: Pembangunan Jembatan Malo di era Bupati Bojonegoro Santoso. (DOKUMENTASI RADAR BOJONEGORO)

Dianggarkan APBD 2005 hingga 2007

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemkab Bojonegoro memastikan telah merencanakan pembangunan jembatan penghubung dua Kecamatan Kalitidu dan Malo sejak 2005.

Berdasarkan arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro pada Juni 2005 kepastian itu diperoleh setelah pemkab melakukan serangkaian pembicaraan dengan pihak-pihak terkait pembangunan jembatan yang direncanakan menghabiskan dana Rp 30 miliar. Dana itu bersumber dari APBD Bojonegoro dan APBN.

Pembicaraan dengan beberapa pihak terkait tersebut adalah membicarakan tentang studi kelayakan pembangunan Jembatan Kalitidu-Malo itu," kata Kasubdin Bina Marga Dinas PU Bojonegoro Andi Chandra kepada sejumlah wartawan.

Baca Juga: Radar History: Kala SPBU Kehabisan Stok BBM

Menurut Andi, pihak-pihak yang terlibat dalam pembicaraan tersebut antara lain Badan Pe-ngembangan Sumber Daya Air (BPSDA) Jatim, Balai Pemeriksaan Jalan (BPJ) Jatim, dan Bappeda Bojonegoro. Selain itu. pemkab dalam pembicaraan tersebut menghadirkan konsultan jembatan dari Surabaya, camat Malo, camat Kalitidu, kepala Desa Sukorejo (Kecamatan Malo), dan Kades Mlaten (Kecamatan Kalitidu). Dua desa yang disebut terakhir ini merupakan lokasi dibangunnya jembatan.

Hasil pembicaraan dalam studi kelayakan itu, lanjut Andi, diperoleh sinyal bahwa jembatan tersebut segera dibangun. Bahkan, pembangunannya dilaksanakan dalam 2005.

 "Mudah-mudahan 2005 proses pembangunannya bisa dimulai," harapnya.

Apalagi, lanjut pria yang juga dosen teknik sipil Unigoro itu, selama ini proses pembebasan lahan jembatan di dua desa tersebut (Desa Mlaten, Kecamatan Kalitidu, dan Sukorejo, Kecamatan Malo) sudah beres. Dengan demikian, proses berikutnya mungkinkan sudah bisa ke tahap pembangunan jembatan.

Baca Juga: Radar History: Ketika Komisi B DPRD Bojonegoro Pantau Minyak Tanah

Pembangunan jembatan itu dinilai strategis lantaran bisa memudahkan hubungan dari dan ke kedua kecamatan tersebut dan sekitarnya. Dengan dibangunnya jembatan itu, diharapkan kemudahan jalur ekonomi warga di dua kecamatan itu dan sekitarnya yang selama ini lebih banyak melintasi Kecamatan Cepu, Blora, khususnya bagi masyarakat Kecamatan Purwosari dan Padangan bisa melintas di jembatan itu dan bisa memberikan akses ekonomi yang mudah. 

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah Bupati Bojonegoro yang kala itu dijabat M. Santoso menegaskan bahwa pembangunan jembatan penghubung Kecamatan Kalitidu-Malo yang dibangun di atas Sungai Bengawan Solo dianggarkan secara multi years dalam tiga tahun. Yakni, APBD 2005, 2006, dan 2007.

Menurut dia, total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan yang berada di Desa Sukorejo (Kecamatan Malo) dan Desa Mlaten (Kecamatan Kalitidu), itu Rp 30 miliar. Namun, besar alokasi anggaran itu tidak semuanya diambilkan dalam APBD kabupaten, namun secara multi years. "Nanti kalau dihabiskan untuk anggaran jembatan itu saja ya yang lain nggak kebagian," katanya.

Hanya, besar persentase anggaran per tahunnya Santoso mengaku tidak hapal. Dia hanya memastikan bahwa setiap tahun anggaran untuk pembangunan jembatan itu akan dialokasikan.

Yang jelas, untuk tahun ini sudah dianggarkan untuk di mulai pembangunannya. Berapanya, wah saya nggak ingat persis. Saya kan bukan panggar (panitia anggaran, Red)," ujarnya ketika itu.

Baca Juga: Radar History: Ketika SDN 1 Donan Sempat Ambruk pada 2005 Silam, Dipicu Kayu yang Sudah Lapuk

Disinggung tentang alokasi anggaran pembangunan jembatan yang sumber keuangannya dari APBN, Santoso mengisyaratkan bahwa kucuran dana dari APBN tetap ada. Hanya, lagi-lagi soal berapa besar anggaran itu, dia mengaku belum tahu persis. "Nasional, jelas menganggarkan juga. Setiap tahun kan kita juga menerima anggaran dari pusat. Misalnya DAU (dana alokasi umum)," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kasubddin Humas dan Media Informasi Pemkab Johny Nurharyanto me-nambahkan, selain dialokasikan melalui APBD Kabupaten dan APBN, pembangunan jembatan itu rencananya dianggarkan juga dari APBD Provinsi Jatim. Hanya, saat ini masih sebatas melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim. "Rencana dialokasikan dana dari APBD Jatim ya jelas ada. Namun, sejauh ini memang masih koordinasi. Namun, tetap diupayakan," tambahnya. (irv/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#kalitidu #malo #jembatan #pembangkit listrik #Radar History