Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

APBD 2025 Bojonegoro: Belanja Subsidi Terealisasi 17 Persen

Y
KEUANGAN: Kantor BPKAD Bojonegoro tampak depan. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
KEUANGAN: Kantor BPKAD Bojonegoro tampak depan. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Belanja subsidi menjadi pos dengan realisasi terendah dalam kelompok belanja operasi APBD Bojonegoro Tahun Anggaran 2025. Sebaliknya, belanja pegawai masih mendominasi, baik dari sisi pagu anggaran maupun realisasi.

Berdasarkan Laporan Realisasi APBD 2025, total belanja daerah terealisasi sebesar Rp 6,4 triliun atau 81,5 persen dari pagu anggaran Rp 7,8 triliun.

Dengan capaian tersebut, Pemkab Bojonegoro mencatat sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) sebesar Rp 2,07 triliun.

Advertisement

Pada kelompok belanja operasi, realisasi mencapai Rp 3,5 triliun atau 80,9 persen dari anggaran Rp 4,4 triliun. Belanja pegawai menjadi komponen terbesar dengan realisasi Rp 1,8 triliun atau 80,9 persen dari pagu Rp 2,2 triliun.

Sementara itu, belanja barang dan jasa terealisasi Rp 1,3 triliun atau 81,5 persen dari anggaran Rp 1,6 triliun.

Belanja hibah mencapai Rp 277,5 miliar atau 85 persen dari pagu Rp 326,5 miliar. Adapun belanja bantuan sosial (bansos) terealisasi Rp 114,4 miliar atau 66,9 persen dari anggaran Rp 170,8 miliar.

Di sisi lain, realisasi belanja subsidi menjadi yang terendah. Dari pagu Rp 200 juta, anggaran yang terserap hanya Rp 34,8 juta atau 17,4 persen.

Untuk belanja modal, realisasi tercatat sebesar Rp 1,1 triliun atau 70,9 persen dari pagu Rp 1,6 triliun. Sedangkan belanja tidak terduga hanya terealisasi Rp 377,9 juta atau 0,35 persen dari anggaran Rp 107,4 miliar.

Kepala Bidang Akuntansi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, Anie Susanti Hartoyo, membenarkan bahwa Silpa APBD 2025 mencapai Rp 2,07 triliun.

Menurut dia, tingginya Silpa dipengaruhi oleh efisiensi pelaksanaan program serta adanya pelampauan pendapatan daerah. Selain itu, terdapat sejumlah dana yang bersifat terikat sehingga hanya dapat digunakan untuk keperluan tertentu.

Advertisement
Editor : Bhagas Dani Purwoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Serapan APBD Bojonegoro Baru 25,7 Persen, Targetnya Silpa 10 Persen

Serapan APBD Bojonegoro Baru 25,7 Persen, Targetnya Silpa 10 Persen

Yakni, di 30 Juni 2025 serapan APBD di angka 24 persen atau Rp 1,8 triliun dari pagu anggaran Rp 7,8 triliun. "Tidak beda jauh, banyak sekarang karena uangnya lebih sedikit," kata Anie.

KPPN Sorot Anggaran Mengendap

KPPN Sorot Anggaran Mengendap

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro menilai tingginya sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) tidak sekadar menunjukan adanya sisa anggaran di kas daerah. 

Desak Bupati Evaluasi Kinerja Kepala OPD, Terkait Langganan Silpa APBD sejak 2020

Desak Bupati Evaluasi Kinerja Kepala OPD, Terkait Langganan Silpa APBD sejak 2020

Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) tak hanya menyoroti tingginya sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) anggaran pendapatan dna belanja daerah (APBD) di 2025. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer