
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jajaran pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro resmi dilantik oleh Bupati Bojonegoro di Ruang Angling Dharma, Kamis (25/6).
Dalam momentum tersebut, Bupati Setyo Wahono menitipkan dua pekerjaan rumah (PR) besar yang perlu mendapat perhatian serius, yakni persoalan anak tidak sekolah (ATS) serta fenomena ketergantungan anak terhadap gawai (gadget dependency).
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, dunia pendidikan di Bojonegoro saat ini menghadapi dua tantangan utama.
Baca Juga: Berkas Seleksi Dewan Pendidikan Bojonegoro di Meja Bupati, Pansel Tetapkan 22 Calon
Pertama, terkait akses pendidikan dan upaya intervensi terhadap anak tidak sekolah atau putus sekolah yang jumlahnya masih mencapai sekitar 4.500 anak.
Menurut Wahono, persoalan ATS merupakan masalah kompleks yang tidak dapat diselesaikan pemerintah daerah secara sendiri. Karena itu, dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk Dewan Pendidikan.
“Sebagai kepala daerah, tugas kami merumuskan kebijakan. Namun, kami membutuhkan masukan konkret dan pertimbangan strategis dari Dewan Pendidikan,” ujarnya.
Selain persoalan ATS, Wahono menilai arus digitalisasi yang semakin kuat turut menghadirkan tantangan baru di lingkungan keluarga.
Perubahan pola asuh akibat penggunaan teknologi membuat fenomena ketergantungan anak terhadap gawai menjadi perhatian serius.
Ia berharap Dewan Pendidikan mampu menghadirkan kajian serta rekomendasi yang tepat untuk membantu orang tua dalam menghadapi dampak penggunaan gawai pada anak.
“Kami berharap Dewan Pendidikan ke depan mampu melahirkan kajian dan edukasi yang tepat bagi para orang tua,” harapnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




