RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro kemarin (7/5) menggelar rapat internal, menindaklanjuti permasalahan pada program gerakan beternak ayam petelur mandiri (gayatri).
Fokus dalam rapat itu terkiat pengajuan surat edaran (SE) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membeli telur dari program gayatri. Sehingg ada keberlanjutan dari produksi telur yang dihasilkan.
Sekretaris Disnakkan Bojonegoro Elfia Nuraini mengatakan, rapat internal terkait pelaksanaan SE ASN dan SPPG untuk membeli beli telur gayatri. Langkah tersebut menjadi salah satu solusi yang tawarkan untuk permasalahan program gayatri.
Baca Juga: Temuan DPRD Bojonegoro di Lapangan: KPM Gayatri Jual Kandang dan Ayam, Perlu Ditingkatkan Pengawasan
Dalam rapat bersama Komisi B DPRD Bojonegoro beberapa hari lalu telah disampaikan langkah pembuatan SE tersebut. Untungnya bisa gerak cepat untuk langsung mematangkan isi SE.
‘’Kemarin di komisi B sudah disampaikan salah langkah yang bisa dilakukan dengan mengajukam SE untuk ASN dan SPPG membeli telur gayatri,” jelasnya.
Menurut Elfia, SE tersebut bisa menjaga kestabilitas harga telur di pasaran. Sehingga pendapatan KPM dari penjualan telus gayatri stabil.
‘’Langkah-langkah solusi dengan adanya harga telur yang turun,” ujarnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana