RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Memasuki musim tanam kedua, di tahun-tahun sebelumnya, petani kerap mengeluhkan ketersediaan air untuk tanaman padinya.
Sehingga, perlu diantisipasi oleh sintansi terkait, karena kemarau diprediksi sebentar lagi antara April-Juni. Agar tidak terjadi gagal panen.
Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro memastikan telah berkoordinasi mencari solusi. Kamis (9/4) dijadwalkan rapat membahas pemetaan lahan sawah rawan kekeringan.
"Kami sedang berkoordinasi dengan PU SDA (terkait potensi gagal tanam salah satunya Kecamatan Dander karena kekeringan, red)," kata Kepala DKPP Bojonegoro, Zainal Fanani.
Zainal melanjutkan, koordinasi untuk membahas solusi kekeringan di sejumlah wilayah yang bisa mengakibatkan gagal tanam karena kekeringan. Kini, sedang mendata sawah yang berpotensi kekurangan air.
"Terkait potensi gagal tanam salah satunya di Kecamatan Dander, PU SDA sudah merencanakan dilakukan pengerukan bulan ini," beber dia.
Terkait rawan kekeringan, kata dia, sudah dilakukan pemetaan. Hari ini dirapatkan. "Kalau rawan kekeringan kami sudah melakukan pemetaan, dan Kamis akan kami rapatkan," katanya.
Terpisah, Pariadi petani asal Kecamatan Kedungadem mengaku sedang proses tanam padi. Menurutnya, rerata kondisi masih ada tanam, terutama yang dekat dengan sumber air.
"Kami dua kali tanam. Sekarang ini sekitar Maret-April tanam," imbuhnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana