Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

DPRD Bojonegoro Sarankan Pasar Banjarejo Jadi Pasar Induk

M. Irvan Romadhon • Senin, 19 Januari 2026 | 20:00 WIB

 

BERAS MAHAL: Di tengah mahalnya harga beras, Yuni pedagang sembako di Pasar Banjarejo justru fokus menawarkan aneka varian beras kepada para pembeli. (YUAN EDO/RDR.BJN)
BERAS MAHAL: Di tengah mahalnya harga beras, Yuni pedagang sembako di Pasar Banjarejo justru fokus menawarkan aneka varian beras kepada para pembeli. (YUAN EDO/RDR.BJN)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sepinya transaksi pasar di sekitar Kecamatan Kota menjadi pekerjaan rumah (PR) tersendiri bagi pemerintah kabupaten (pemkab).

Meski rencana revitalisasi Pasar Kota disambut berbagi pihak, termasuk Komisi B DPRD Bojonegoro.

Di sisi lain, pasar lain seperti Pasar Banjarejo dan Pasar Wisata (Parwis) butuh perhatian.

"Seperti rencana awal, Komisi B dan saya pribadi mendukung revitalisasi Pasar Kota lama (yang berada di utara Alun-Alun, red)," ujar Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto kemarin (19/1).

Sigit melanjutkan, revitalisasi pasar itu tak jauh dari aspirasi para pedagang dan semangat mempertahankan sejarah Bojonegoro perihal keberadaan pasar tradisional.

Sebab, menurutnya, pasar dengan total sekitar 1.285 pedagang itu menjadi ikon pusat perdagangan.

Bahkan, tegas dia, jima perlu dibangun jembatan ke Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk untuk memangkas akses.

Memudahkan masyarakat penjual maupun pembeli. Sementara, lanjut Sigit, untuk lokasi sementara saat pembangunan harus dekat dengan Pasar Kota.

"Jadi, nanti konsepnya sebagai pasar apa monggo (silahkan, red). Yang jelas kami mendukung pembangunan Pasar Kota lama. Kemudian, terkait Parwis (Pasar Wisata, red) yang ada di Desa Campurejo karena namanya wisata harus ditonjolkan wisatanya apa," ujar Ketua Fraksi Golongan Karya (Golkar) itu.

Dia menegaskan, konsep Parwis dan pasar lain di sekitar kota termasuk Pasar Banjarejo harus jelas.

Jika Parwis dikonsep sebagai jujugan pengunjung yang berwisata maka harus menyediakan tempat transit, kuliner khas, maupun oleh-oleh.

"Untuk Pasar Banjarejo itu kan sepi ya. Kalau kami sarankan jadi pasar induk. Karena embrionya sudah ada," tandasnya.

Misal, tambah dia, sebagai lokasi jual palawija, beras, maupun sayur-sayuran. Induk dari hasil pertanian.

Memungkinkan datangnya penjual luar kota. "Jadi, pedagang (tengkulak, red) yang mau jual kembali bisa beli situ. Pasar Banjarejo sebagai pasar induk, Parwis di pariwisata, dan Pasar Kota sebagai Pasat Tradisional," saran dia.

Terpisah, Yuni salah seorang pedagang Pasar Kota menyambut antusias revitalisasi tempatnya berjualan.

Dia mengaku tidak keberatan jika direlokasi sementara dan membayar retribusi. "Iya, kemarin luda rapat katanya di Gedung Serbaguna. Bayar enggak apa asal tempatnya layak. Tapi, kami belum tahu kalau bayar berapa," kata perempuan domisili Kecamatan Kota itu. 

Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro tahun ini tidak hanya untuk pedagang. Sesuai rencananya, lantai 3 pasar dibangun dengan anggaran Rp 80 miliar (M) itu bakal digunakan untuk kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro dan sarana olahraga.

KONI saat ini masih belum memiliki kantor tetap dan sering berpindah-pindah. Kantor yang kini berada di Jalan M.H. Thamrin hasil dari sewa belum milik KONI sendiri.

Menurut Ketua KONI Bojonegoro Sahari, KONI akan dibangunkan kantor di lantai 3 Pasar Kota. Terlebih selama ini masih sewa untuk kantor.

''Terima kasih KONI akan dibangunkan gedung untuk kantor," ungkapnya. Sahari mengaku sudah mendapatkan informasi terkait kantor yang akan dibangun untuk KONI.

Tentu meminta agar pembangunan bisa tepat waktu dan cepat selesai. Menurut Sahari, selain kantor KONI, di lantai 3 Pasar Kota bakal ada sarana dan prasarana olahraga lain.

Namun, belum mengetahui detail fasilitas apa saja yang akan dibangun. Terkait kantor untuk cabang olahraga (cabor) di lantai 3 Pasar Kota, pihaknya mengaku belum tahu informasi tersebut. (yna/irv/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#DPRD #revitalisasi #tengkulak #koni #komisi b #pasar wisata #bojonegoro #pasar induk #pasar banjarejo