RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Realisasi pendapatan dari sektor pajak di angka 81,45 persen. Berdasar data badan pendapatan daerah (bapenda), pendapatan PBB mencapai angka 93,65 persen; reklame 72,87 persen; air tanah 79,06 persen; makan dan minum 84,20 persen; listrik 79,22 persen; kesenian dan hiburan 96,49 persen; hingga hotel di angka 82,20 persen.
Sementara itu, untuk target pendapatan jasa perhotelan di induk anggaran pendapatan dan belanja (APBD) sekitar Rp 3,4 miliar. Mengalami penurunan sekitar Rp 782,4 juta di perubahan APBD atau P-APBD menjadi Rp 2,7 miliar.
Sedangkan, dalam realisasi per September capaian pendapatan jasa perhotelan di angka Rp 2,2 miliar. Sehingga masih kurang sekitar Rp 500 juta. Sementara itu, di sisi lain banyak hotel harus tetap bertahan di tengah gelombang ekonomi yang melemah.
Salah satunya MCM Hotel Wisata Bojonegoro. Owner MCM Muh Subeki menyampaikan, saat ini MCM Hotel Wisata masih mampu bertahan. Meski kondisi ekonomi kurang bagus. "Alhamdulillah saat ini masih mampu bertahan," ujarnya.
Pria kerap disapa Muh itu menjelaskan, tingkat hunian hotelnya antara 5-15 persen. Ada penurunan di kegiatan event atau kegiatan tertentu. Tetapi, lanjut dia, saat ada kegiatan event nasional bisa naik sampai 30 persen. Namun, pihaknya membeberkan perihal pajak dibayarkan terlebih saat okupansi naik.
"Tapi, saat ada kegiatan event sekelas nasional seperti Livoli Tournament dan hiburan seperti Dewa 19, Alhamdulillah ada kenaikan sampai 30 persen," katanya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana