RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebanyak 56 Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), telah beroperasi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bojonegoro. Namun, mencuatnya dugaan keracunan di SDN Semanding, membuat Pemkab meminta SPPG untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan, agar pengelolaan makanan di setiap SPPG benar-benar diperhatikan. “Kualitas makanan harus dijaga, karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita,” tegasnya saat rapat pembinaan bersama Kepala SPPG se Bojonegoro di Ruang Angling Dharma, Kamis (25/9).
Guna meningkatkan kualitas, terdapat tiga poin yang diminta pada SPPG di Bojonegoro yakni meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di masing-masing wilayah.
Kemudian, melaksanakan koordinasi dengan OPD teknis terkait. Terakhir, SPPG diminta menjaga kualitas, kebersihan, dan keberagaman menu agar sesuai kebutuhan gizi dan dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat.
Nurul Azizah mengingatkan, jangan sampai program yang bertujuan mulia ini tercoreng oleh kecerobohan. ’’Pemkab tidak akan segan memberi tindakan tegas jika masih ditemukan pelanggaran,” ujarnya. Meski masih ada tantangan, Wabup optimistis MBG dapat terus ditingkatkan.
Berdasarkan data Pemkab Bojonegoro, saat ini telah ada 56 SPPG yang beroperasi dengan cakupan 154.308 atau 46,21 persen dari total sasaran. Sementara 16 SPPG lainnya aktif namun belum berjalan. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana