RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Banyaknya kendala saat hendak menjalankan tupoksi sebagai pemadam kebakaran (Damkar), menjadi alasan Bidang Damkar Kabupaten Blora berharap bisa menjadi kedinasan sendiri.
Sebab, anggaran untuk mengembangkan fasilitas damkar dinilai sangat minim. Diketahui, selama ini masih menjadi satu kesatuan dengan Satpol PP.
Hal itu diakui oleh Kasi Penanggulan Kebakaran Damkar Satpol PP Blora, Mimintari Sulistiyorini. Menurutnya, damkar memang harus bisa berdiri sendiri.
‘’Kalau dimekarkan nanti kami bisa lebih mudah untuk dapat anggaran. Kan langsung turun dari pusat anggarannya,’’ ujarnya.
Ia akui, untuk menambah fasilitas damkar memang perlu anggaran yang besar. ‘’Mobil damkar itu per unitnya Rp 1.5 Miliar. Sedangkan anggaran kami hanya Rp 400 juta saja untuk tahun ini. Itu baru mobil, belum yang lainnya,’’ jelasnya.
Mimin juga mengatakan, pihaknya membutuhkan penambahan pos damkar di setiap titik. Sebab, hanya ada 3 sampai 4 pos yang tersebar di 16 kecamatan dengan jarak yang relatif berjauhan.
‘’Misal di Ngawen. Kalau kebakarannya di Todanan, kami pakainya pos Ngawen. Jaraknya jauh, 30 menitan. Akhirnya ludes kalau kami telat,’’ jelas Mimin.
‘’Jadi kendalanya disitu. Keterbatasan fasilitas membuat kami kewalahan untuk memadamkan api saat lokasinya jauh dari pos,’’ tambahnya.
Menurutnya, pihaknya sempat pernah mengusulkan agar menjadi dinas sendiri dan mekar dari satuan sebelumnya.
‘’Dulu pernah usul. Sekitar 2 tahun yang lalu pas awal pandemi Covid. Tapi belum bisa. Ya semoga kedepannya bisa lah ya untuk berdiri sendiri agar gak terkendala ini itu,’’ ujarnya. (hul/edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana