RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pegawai negeri sipil (PNS) yang baru dilantik di lingkungan Pemkab bakal ikut latihan dasar (latsar). Anggaran yang dikucurkan senilai Rp 6,5 juta per pegawai baru. Usai pelatihan tersebut, setiap PNS dituntut menelurkan inovasi untuk kemajuan daerah.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Blora Heru Eko Wiyono mengungkapkan, jumlah PNS baru yang bakal mengikuti latsar sebanyak 197 orang.
Penggemblengan atau latsar tidak dilakukan serentak. Karena akan dibagi ke dalam angkatan.
’’Latsar akan dibagi lima angkatan, per orang dianggarkan Rp 6,5 juta untuk mengikuti Latsar,” ujarnya.
Heru melanjutkan, lima angkatan tersebut nantinya akan mengikuti latsar dengan waktu 74 hari. Dengan rincian, orientasi 9 hari, learning atau pembelajaran 19 hari, kedua tahap itu dilakukan secara online.
Selanjutnya, akan menjalani habituasi atau tugas di setiap instansi masing-masing selama 30 hingga 40 hari. ’’Nanti finalnya adalah pada tahap klasikal atau tatap muka selama enam hari,” terangnya.
Pihaknya menjelaskan, lima angkatan akan tersebar dengan lokasi latsar yang telah ditentukan. Yakni dua angkatan di Semarang, tiga angkatan di Blora. ’’Total latsar yang dijalani itu 74 hari, dimulai Juni hingga Desember 2025,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, latsar tersebut nantinya akan memiliki tujuan untuk kemajuan daerah. Setiap peserta harus memiliki satu inovasi dalam mengemban tugasnya sebagai PNS di lingkungan Pemkab Blora.
Jika tidak dapat membuat inovasi, maka akan dilakukan remidi terhadap tugas di klasikal. ’’Akan diulang-ulang pengujian hingga peserta lulus. Kalau masih belum lulus peserta tidak diperbolehkan pulang,” tegasnya.
Heru memastikan, peserta latsar masih mendapatkan hak gaji sebagai PNS secara utuh. Tidak ada potongan gaji untuk biaya latsar para peserta. ’’Selama mengikuti tahapan latsar, peserta masih mendapatkan hak gaji sesuai jabatannya,” pungkasnya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana