Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Zulfatul Makhbubah: Me-Time dengan Baca Buku

Y
ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO
ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO

Advertisement

 

SEMANGAT Zulfatul Makhbubah dalam berorganisasi selalu membara, aktif di berbagai kegiatan. Banyaknya tugas kuliah tak menjadi halangan melebarkan sayap di bidang nonakademik.

"Selain kuliah, saya mengajar di salah satu sekolah dasar (SD) di Desa Karangdowo, Kecamatan Sumberrejo. Dan, menjadi guru les di salah satu yayasan, privat juga dan aktif organisasi," ucap perempuan akrab disapa Zulfa itu.

Advertisement

Zulfa kini aktif di pramuka sebagai penanggung jawab pengabdian masyarakat dewan kerja ranting Kecamatan Sumberrejo dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai sekretaris rayon Raden Paku Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro.

"Saya juga demisioner aktif Saka Bhayangkara Polsek Sumberrejo sebagai sekretaris," lanjut perempuan asal Kecamatan Sumberrejo itu.

Namun, di sela banyaknya aktivitas dari kuliah, bekerja, dan berorganisasi tetap ada satu hal yang selalu dilakukan sebagai kegiatan atau waktu untuk diri sendiri alias metime. Yakni, membaca buku.

Advertisement

"Karena dari membaca saya tahu tentang pengetahuan dan mencari dan mendapat pengetahuan dari situ," ujar pelajar 21 tahun itu.

Zulfa mengaku, sudah menyukai dunia membaca sejak kelas 2 sekolah menengah pertama (SMP). Di rumah maupun di kafe, buku seakan sudah jadi teman sejati.

"Bahkan, ketika saya patah hati tapi tidak setiap hari saya membaca mungkin dua sampai tiga hari sekali," katanya. (yna/msu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ahmad Muhajirin dan Rizal Zubad Firdausi Penulis Buku Sampah: Berangkat dari Keresahan Timbulan Sampah 568 Ton Per Hari

Ahmad Muhajirin dan Rizal Zubad Firdausi Penulis Buku Sampah: Berangkat dari Keresahan Timbulan Sampah 568 Ton Per Hari

Rizal mengisahkan bahwa babak kedua perjalanan Kelompok Mpok Damira menjadi momen paling memorable karena harus bertahan di tengah keterbatasan dana dan ketidakpastian operasional sebelum masa pandemi Covid-19.

Dari Ruang Kelas ke Halaman Koran, Jejak Literasi Suharsono A.Q.S.: Ide Menulis Muncul Kapan Saja, Terbitkan 15 Buku Antologi

Dari Ruang Kelas ke Halaman Koran, Jejak Literasi Suharsono A.Q.S.: Ide Menulis Muncul Kapan Saja, Terbitkan 15 Buku Antologi

Bagi pria berusia 50 tahun tersebut, mengajar Bahasa Indonesia bukan hanya soal menyampaikan teori atau mengajarkan kaidah bahasa. Ada ruang yang lebih luas dari itu, yakni menanamkan kebiasaan berkarya dan meninggalkan

Eveline Mosianto: Tugas Kuliah Jadi Bisnis

Eveline Mosianto: Tugas Kuliah Jadi Bisnis

Kesuksesan sebuah usaha sering kali berawal dari langkah kecil yang tidak terduga. Hal itulah yang dialami Owner Ria Resto, Eveline Mosianto. Restoran yang kini dikenal luas di Bojonegoro tersebut ternyata berawal dari

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer