PEMBANGUNAN ruas Jalan Ronggolawe di Kecamatan Cepu menelan anggaran sekitar Rp 9 miliar. Rencana pelebaran tersebut akan dilakukan di dua ruas jalan. Rekanan ditarget selesai pertengahan Desember mendatang.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Danang Adiamintara menjelaskan, pemkab mendapat kucuran anggaran dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun ini.
Yakni, untuk pembangunan Jalan Ronggolawe, mulai dari lampu merah hingga pertigaan ketapang Kecamatan Cepu. ’’Nilai kontraknya kurang lebih Rp 9 miliar, dari Banprov,” ujarnya.
Danang mengatakan, rekanan yang berkontrak sudah melakukan pekerjaan sejak pertengahan Juli lalu. Pembangunan jalan tersebut dilakukan selama lima bulan. Dihitung sejak rekanan teken kontrak.
’’Kalau melihat kontrak kerja yang disepakati pekerjaan harus selesai 15 Desember,” jelasnya. Pihaknya mengungkapkan, pembangunan tersebut bakal berlangsung di dua ruas jalan. ’’Nanti pekerjaan mulai dari lampu merah Terminal Cepu sampai Tugu Ketapang,” jelasnya.
Ruas Jalan Ronggolawe tersebut merupakan akses utama bus, truk, dan mobil-mobil besar bermuatan berat. Pelebaran dibutuhkan untuk membuat akses jalan lebih mudah dilalui kendaraan.
Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, alat berat sudah diterjunkan. Saat sore hari, terjadi antrean panjang. Pengendara harus bergantian untuk melalui ruas jalan yang sedang dibangun.
Sucipto salah satu pengendara mengatakan, pembangunan tersebut sudah tepat. Sebab, ruas jalan sering dilalui banyak kendaraan, terlebih mobil-mobil besar.
Menurutnya, selain diperlebar, yang harus diperhatikan adalah kualitas dari material pembangunan jalan. ’’Agar tidak cepat rusak, karena beberapa kali di sekitar taman seribu lampu berlobang saat hujan,ditambal berlobang lagi,” katanya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana