BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Kondisi Balai Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman hingga Senin (29/7) mangkrak. Kondisi itu berlangsung sejak 2019 silam. Kondisi itu dipicu komunikasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan pemerintah desa (pemdes) setempat buntu.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sekaran Purhadi menyampaikan, bahwa dirinya tak mengetahui terkait pembangunan balai desa tersebut.
Sebab, pihaknya juga tak pernah diajak berkoordinasi sama sekali oleh kepala desa (Kades). “Nggak pernah (diajak koordinasi). Semua yang tahu itu Pak Kades,” ujarnya.
Baca Juga: 43 Balai Desa di Bojonegoro Bakal Dirombak, Pagu Anggaran Capai 350 juta
Namun, Kades Sekaran Sunarso, hingga kemarin masih belum bisa dikonfirmasi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro Mahmudin mengaku telah menindaklanjuti kabar mangkraknya balai Desa Sekaran.
Namun, untuk sementara meminta camat untuk mengecek. ‘’Kami meminta bu camat untuk cek dan melaporkannya,” ungkapnya.
Mahmudin menambahkan, telah memastikan bahwa desa di Kecamatan Kasiman itu belum pernah mendapat bantuan keuangan khusus (BKK) desa. ‘’Belum pernah dapat BKK,” imbuhnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Berdasarkan informasi di lapangan, bangunan balai desa telah dibongkar pada 2019 untuk direnovasi, kemudian 2021 mulai dibangun fondasi.
Bangunan balai desa tampak hanya menyisakan kerangka bangunan dari empat tiang kayu, yang berdiri di atas fondasi dan tumpukan puing-puing dari bangunan lama yang dihancurkan. Selain itu, hanya di depan bangunan hanya papan nama Kantor Kepala Desa Sekaran yang telah mengelupas. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana