BLORA, Radar Bojonegoro - Memasuki bulan ketiga tahun 2024, dana desa (DD) tahap satu masih belum bisa dicairkan. Hal ini diakibatkan beberapa faktor yang mempengaruhi. Padahal, untuk 2024 pencairan DD hanya dua tahap. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Blora Yayuk Windrati berharap DD bisa segera cair sebelum lebaran. Yayuk mengatakan, ada beberapa kendala dalam pencairan DD tahap satu. ’’Untuk DD tahap satu sekarang baru proses pencairan. Soalnya, sempat dikembalikan karena sistem menolak,” jelasnya.
Menurutnya, penolakan ini bukan karena tidak tersampaikan. Namun, informasi itu baru diterima setelah menginput di sistem. Ternyata, dana earmark (DD yang sudah ditentukan penggunaannya) untuk stunting itu satuannya minimal harus ribuan, tidak boleh ratusan.
’’Jadi, penolakan ini bukan berarti desa tidak gerak cepat. Akan tetapi, sudah sampai proses ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Namun, kurang sempurna,’’ terangnya. Selanjutnya, ia juga mengungkapkan, bahwa saat ini sudah berproses.
Karena DPMD baru selesai terkait dengan Desk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) DD. ’’Silpa DD harus sesuai dengan aplikasi. Jadi, akan lebih baik kita selesaikan desk terlebih dahulu. Agar kemudian hari tidak menimbulkan masalah,” jelasnya.
Ia juga menyatakan, pencairan DD 2024 ini hanya dua kali. Berbeda dengan tahun sebelumnya. Dan, berharap agar desa segera untuk mengajukan pencairan DD tahap satu. ’’Saya berharap, agar desa segara mengajukan. Artinya, untuk administrasi harus lengkap. Ini dilakukan agar desa cepat bergerak karena BLT (bantuan langsung tunai) DD itu ada di tahap satu,” terangnya.
Tentunya, apa yang disampaikannya bukan tanpa alasan. Hal ini juga dipengaruhi adanya regulasi yang sifatnya baru. ’’Untuk itu, kami mengedepankan unsur kehati-hatian. Juga jangan asal mencairkan,” tuturnya. Prinsipnya, kata dia, memerlukan pemahaman yang lebih. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana