RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Amblesan tanah di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan kembali memicu kerusakan. Meski sempat diperbaiki, kondisi tanah yang labil kembali ambles, usai diguyur hujan deras sejak Sabtu lalu (11/4). Akibatnya, hingga saat ini satu rumah warga di RT 08/RW 03 dilaporkan roboh.
Salah satu warga setempat Kani mengungkapkan, upaya perbaikan sebelumnya belum mampu menahan pergerakan tanah. Lokasi amblesan sempat diperkuat dengan pancangan kayu glugu serta diratakan menggunakan alat berat.
‘’Belum sampai satu bulan sudah ambles lagi, malah lebih parah,” ujarnya.
Menurut dia, amblesan tidak hanya terjadi di badan jalan, tetapi juga merembet hingga ke area permukiman warga. Peristiwa terbaru terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu sore.
‘’Tanah longsor lagi waktu hujan lebat, sampai ada rumah warga yang roboh,” imbuhnya.
Baca Juga: TPT Sungai Besuki Longsor, Jalan Utama Kedungbondo-Sumuragung Ambles
Sementara itu, Subkoordinator Pembangunan dan Rehabilitasi Bidang Sumber Daya Air DPUPR Blora Wahyu Benyamin Arivin menjelaskan, fenomena amblesan di lokasi tersebut telah berlangsung selama dua tahun terakhir dan terjadi secara bertahap.
Ia menyebutkan, perbedaan ketinggian dari titik atas hingga ke sungai mencapai sekitar 10 meter. Sedangkan amblesan pada badan jalan berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter dengan panjang terdampak mencapai 50 meter.
‘’Analisis sementara, ada kebocoran drainase di bagian atas. Air meresap ke bawah, membuat tanah menjadi gembur sehingga tidak mampu menahan beban,” jelasnya.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk penanganan lebih lanjut. Pengukuran juga telah dilakukan sebagai langkah awal.
‘’Nantinya akan ada penanganan permanen maupun semi permanen. Kami berharap ada dukungan anggaran dari kementerian melalui BBWS,” tandasnya.
Menurut Wahyu, penanganan permanen akan difokuskan pada bagian bawah yang menjadi sumber amblesan. Sementara lapisan atas merupakan bidang tanah yang telah mengalami pergeseran. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana