RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Gunung Semeru di perbatasan Malang dan Lumajang, Jawa Timur kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Beberapa hari terakhir, gunung tersebut mengalami erupsi atau letusan beberapa kali.
Pada Jumat (20/6) saja, Gunung Semeru mengalami delapan kali erupsi mulai pukul 12 malam hingga 12 siang. Frekuensi erupsi juga sempat mengalami kenaikan pada pagi hari, dengan empat diantaranya terjadi pada rentang waktu pukul 6 hingga 8 pagi.
Kolom letusan tertinggi terekam pada Kamis malam (19/8) pukul 20:11 WIB. “Tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 800 meter di atas puncak, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara,” ungkap petugas pos pantau Gunung Semeru, Liswanto dalam laporannya di web MAGMA Indonesia.
Sementara pada Jumat, kolom letusan tertinggi tercatat kurang lebih 700 meter di atas puncak pada pukul 00:45 dan 06:56 WIB. Sementara itu letusan terakhir pada 12:06 WIB tidak nampak secara visual karena tertutup awan, namun erupsi terekam berlangsung selama dua menit.
Saat ini Gunung Semeru berada dalam status aktivitas vulkanik level II, atau waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat menjauhi dan tidak beraktivitas di wilayah tenggara gunung hingga radius 8 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi puncak Gunugn Semeru hingga radius 3 kilometer. Di samping itu, dilarang pula beraktivitas di sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 500 meter dari tepi sungai dan 13 kilometer dari puncak untuk menghindari potensi aliran awan panas dan lahar. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana