BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Bau menyengat diduga akibat kebocoran jaringan gas (jargas) sambungan rumah tangga, masih dirasakan warga hingga kemarin (27/1).
Salah satunya di Jalan dr Wahidin, Kecamatan Kota Bojonegoro. Tentu menimbulkan kekhawatiran warga.
Linda, warga Kelurahan Kepatihan, membenarkan adanya kebocoran gas di sambungan rumahnya mulai kemarin, sebab juga menimbulkan bau menyengat. ‘’Sementara (kebocoran) ditutup pakai lakban, semoga bisa bertahan sampai petugas datang,” terangnya.
Menurutnya, hal itu sempat menimbulkan kekhawatiran, sebab pihaknya tak tahu harus melapor ke mana, terlebih sedang ada libur panjang. ‘’Kalau seperti ini kan kasihan warga, apalagi libur panjang,” imbuhnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Sementara itu, Area Head PGN Bojonegoro Mochamad Arif menyampaikan, sambungan rumah tangga yang mengalami kebocoran, untuk langsung melapor ke petugas PGN. Pihaknya mengklaim bakal langsung dilakukan penanganan. ‘’Sejauh ini belum ada laporan, langsung saya hubungkan petugas di lapangan,” terangnya menanggapi laporan warga itu.
Selain itu, disinggung terkait masih adanya kebocoran gas, seperti yang terjadi di Desa/Kecamatan Gayam pada 1 Januari lalu. Menurutnya, terdapat berbagai penyebab kebocoran gas yang dialami warga, seperti karena adanya aktivitas di sekitar pipa jargas, hingga kendala pada meteran.
‘’Kejadian di desa itu, karena adanya aktivitas mencangkul warga di sekitar pipa, kalau di kawasan kota biasanya karena faktor meteran,” imbuhnya.
Diketahui, jaringan pipa gas bumi di Area Bojonegoro mulai dibangun sejak 2021 lalu, dengan 6.000 sambungan rumah (SR) di wilayah perkotaan, dan 4.000 SR di Kecamatan Gayam dan Ngasem. Namun, data terakhir menyebut pengguna jargas berkurang dan tersisa sekitar 9.325 SR yang teraliri. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana