RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pencarian Tasam (60), kakek asal Desa/Kecamatan Kanor, Bojonegoro yang terseret arus dan tenggelam di Bengawan Solo belum membuahkan hasil setelah dua hari pencarian. Pola pencarian hari ini, Kamis (23/1) dibagi menjadi tiga SRU dan meniyisir hingga perairan Bengawan Solo turut Babat.
Sebelumnya, diketahui Tasam terseret arus sungai saat mencari kayu bakar dengan cara menggunakan kait dan batang bambu pada Selasa Sore (21/1). Diduga kayu beban yang ditangkap terlalu berat untuk ditarik, sehingga Tasam turut terseret dan tenggelam.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro dan Elang Bengawan Rescue (EBR), hingga pencarian hari ketiga, total 75 personel SAR gabungan dari 16 unsur terlibat dalam proses pencarian korban. Lima perahu LCR serta satu perahu besi dari Kodim 0813 Bojonegoro turut diterjunkan untuk membantu proses pencarian korban.
Pencarian difokuskan ke dalam tiga area. Kelompok pencarian pertama menyisir sungai Bengawan Solo mulai dari tempat kejadian hingga Jembatan Kanor-Rengel (Kare), kelompok kedua menyisir Jembatan Kare hingga Jembatan Cincim di perbatasan Bojonegoro-Lamongan, dan kelompok ketiga mencari mulai dari Jembatan Cincim hingga Bendung Gerak Babat, turut Kecamatan Sekaran, Lamongan.
Saat ini tinggi permukaan air Bengawan Solo di area Kanor meningkat setelah turun hujan pada Rabu dinihari (22/1). Namun, dari data Early Warning System (EWS) baik mulai Karangnongko, Kota Bojonegoro dan Jembatan Kare, diperkirakan air akan berangsur menurun seiring berjalannya proses pencarian. (edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana