RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Seorang pemuda Muhammad Aqbaluddin Romli, 23, asal Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro Minggu (28/4) dilaporkan keluarganya hilang. Dugaan kuat tenggelam di sungai Bengawan Solo.
Awalnya korban sempat pamit kepada orang tuanya untuk pergi keluar rumah pada Minggu (28/4) sekira pukul 05.30 Wib. Pada hari yang sama, pukul 14.30 Wib menurut orang tua korban belum juga pulang ke rumah. Keluarga pun panik menunggu dan berusaha mencari korban hingga malam hari. Namun, tidak membuahkan hasil. Akhirnya keluarga melaporkan hal tersebut ke Polsek Kalitidu, Bojonegoro pada esoknya, Senin (29/4).
Setelah menerima laporan dari keluarga korban, Polsek Kalitidu meneruskan informasi hilangnya korban tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro. Dari atas informasi laporan polsek, BPBD Bojonegoro segera menyiapkan personil Tim SAR Gabungan untuk menindaklanjuti pencarian. Dengan menerjunkan puluhan personil SAR Gabungan bersama lima unit LCR petugas menyisir lokasi kejadian musibah (TKM) hingga radius 8 kilometer dari TKM (sekitar jembatan Sosrodilogo).
Berdasar informasi dari warga ada yang mengetahui keberadaan korban. Warga tersebut melihat keberadaan korban terakhir kali berada di Plengsengan kawasan bawah Bendung Gerak Bengawan Solo turut Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro. Sehingga, diduga kuat korban hilang karena tenggelam di sungai Bengawan Solo.
Sementara itu, menurut data laporan di Polsek Kalitidu, keterangan pihak keluarga menjelaskan bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi. Hingga pukul 16.00 Wib operasi SAR Gabungan dalam pencarian korban hari pertama ini belum membuahkan hasil dan pencarian akan dilanjutkan besok pagi (30/4) dengan mengerahkan potensi SAR tambahan.
"Keterangan dari keluarga bahwa yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit epilepsi,” ujar Kapolsek Kalitidu, AKP Saefudinuri. (kam/cho)
Editor : Hakam Alghivari