Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Terisolir, Evakuasi Korban Banjir Warga Desa Bergolo Blora Penuh Tantangan

Hakam Alghivari • Selasa, 6 Februari 2024 | 22:40 WIB

 

BERJIBAKU : Petugas Damkar dan Satpol PP mengevakuasi warga terisolir di pinggir hutan yang terdampak banjir. (LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)
BERJIBAKU : Petugas Damkar dan Satpol PP mengevakuasi warga terisolir di pinggir hutan yang terdampak banjir. (LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)

BLORA, Radar Bojonegoro – Proses evakuasi tiga warga Desa Bergolo Kecamatan Ngawen yang rumahnya terendam banjir luapan Sungai Lusi penun tantangan. Selain harus menempuh jalur yang cukup jauh, tiga warga itu sempat menolak dievaluasi.

Evakuasi sulit dilakukan karena rumah itu ada di seberang hutan dengan ketinggian air 1,5 meter. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus melewati hutan untuk bisa evakuasi warga.

"Karena lokasi dipinggir hutan, saat melakukan evakuasi kami harus berputar arah untuk menuju permukiman warga yang terdampak luapan sungai lusi," ungkap Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora Agungtri kemarin (5/2).

Agung menceritakan, ada tiga warga yang menghuni permukiman di kawasan hutan tersebut. Karena akses terdekat tidak bisa dilewati. Akhirnya untuk evakuasi warga harus menempuh jalur hutan dengan memakai speed boat. Perahu tidak memungkinkan untuk melewati jalur.

"Jalur terdekat yang biasanya dilalui alirannya cukup deras, perahu biasa tidak bisa lewat," jelasnya.

Pihaknya mengaku saat proses evakuasi menghadapi tantangan, karena tiga rumah tersebut terisolasi dari permukiman warga. Selain itu, warga tidak ingin dievakuasi ke tempat yang aman. Padahal potensi luapan air sungai lusi masih berpotensi naik dengan kondisi hulu hujan.

"Awalnya tidak mau dievakuasi, tapi setelah kami bujuk akhirnya semua warga mau dievakuasi," terangnya.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, sementara tiga rumah warga terendam banjir luapan Sungai Lusi setinggi 1,5 meter.

Menurutnya, kondisi tersebut disebabkan hulu sungai lusi hujan dengan intensitas tinggi. Terkait dengan tutupan hutan di hulu, pihaknya tidak mengetahui secara pasti.

"Kalau masalah tutupan hutan di hulu sungai lusi bukan kewenangan kami," ucapnya. (luk/zim)

Editor : Hakam Alghivari
#kecamatan #evaluasi #Ngawen #Korban #tantangan #banjir #blora