RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemerintah kabupaten (pemkab) harus lebih memerhatikan pendidikan. Tidak terpenuhinya pagu sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di 27 titik harus menjadi cambuk peningkatan kualitas. Khususnya sekolah pinggiran.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto menegaskan, kualitas pendidikan di wilayah pinggiran perlu ditingkatkan. Tenaga pendidik harus terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Harus kreatif.
"Dan, bila tidak, maka akan habis digerus oleh sekolah swasta yang saat ini sangat inovatif dan kreatif dalam proses belajar mengajarnya," ujar dia.
Baca Juga: 27 SMPN Bojonegoro Tak Penuhi Pagu SPMB Setelah Jalur Domisili Berakhir
Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Bojonegoro itu melanjutkan, inovasi harus dilakukan dari segala aspek. Baik pembelajaran hingga branding sekolah. "Inovasi bisa dilakukan dari pembelajaran dan branding sekolah misalnya," imbuh dia.
Dia menyatakan, masalah ini bukan barang baru. Kejadian berulang setiap tahun. Pri, sapaannya menilai, dinas pendidikan (disdik) seolah tidak melakukan apa-apa untuk memitigasi kejadian. "Dan dindik seolah tidak melakukan apa-apa untuk memitigasi, kejadian tersebut kembali terulang," katanya.
Dia menuturkan, disdik harus melalukan kajian secara menyeluruh. Mulai dari mencari akar persoalan sampai menyiapkan program solutif. "Agar persoalan tersebut tidak terulang kembali setiap tahun," pungkas dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana