Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

5.610 Anak di Bojonegoro Ternyata Tak Bersekolah, Disdik dan DPRD Masih Tunggu Verval

M. Irvan Romadhon • Jumat, 10 April 2026 | 07:45 WIB
PULANG SEKOLAH: Siswa-siswi SMPN 5 Bojonegoro hendak pulang sekolah menunggu jemputan. (M. IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)
PULANG SEKOLAH: Siswa-siswi SMPN 5 Bojonegoro hendak pulang sekolah menunggu jemputan. (M. IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sebanyak 5.610 anak di Bojonegoro ternyata tidak bersekolah. Masalah tersebut menjadi salah satu fokus pemerintah kabupaten (pemkab) untuk segara diatasi. Namun, Dinas Pendidikan (disdik) Bojonegoro mengklaim masih belum memiliki data rinci terkait anak tak sekolah.

Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, sampai 2026 ini masih terdapat 5.610 anak di Bojonegoro yang tidak bersekolah. Targetnya di tahun ini semua akan harus sekolah.

Nurul menjelaskan, salah satu upaya dilakukan untuk menekan jumlah anak tidak sekolah dengan mengundang semua calon kepala SD dan SMP.

Terdapat 214 kepala sekolah yang akan ditetapkan secara definitif. Tentu harus siap berkomitmen. ‘’Jika tidak sanggup, lebih baik mengundurkan diri sejak awal,” ungkapnya. Menurut Wabup asal Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander itu, komitmen tersebut penting agar setiap pemimpin pendidikan memiliki tanggung jawab yang jelas.

Bahkan, calon kepala sekolah siap mundur atau didemosi apabila tidak mampu memenuhi target yang telah ditentukan.

Baca Juga: 592 Siswa SMA/SMK Bojonegoro Lolos SNBP, Masih Berpotensi Bertambah dari Laporan Siswa

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Anwar Mukhtadlo mengatakan, bahwa data anak tidak sekolah masih dalam proses verifikasi dan validasi. Sehingga hingga kini belum ada data rinci terkait anak tidak sekolah di Bojonegoro. ‘’Masih proses verval, ketika sudah pasti segera kami informasikan,” terangnya.

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto mengaku, belum mengetahui informasi rinci adanya ribuan anak yang tidak bersekolah di Bojonegoro. Namun, telah mengagendakan pertemuan dengan Disdik Bojonegoro untuk membahas persoalan tersebut

‘’Sudah kami agendakan untuk memanggil disdik. Namun saya lupa kapan jadwalnya,” ungkapnya. Pri, sapaannya, menjelaskan, dalam pertemuan tersebut bakal didisdkusikan secara komprehensif.

Mulai dari penyebab hingga solusi akan dilakukan pemkab untuk mengatasi permasalahan itu. ‘’Kami belum tahu penyebab dan solusi akan dilakukan pemkab,” ujarnya. (irv/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#tidak bersekolah #anak tak sekolah #Pendidikan #Dinas Pendidikan #bojonegoro