Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bingung Saat Si Kecil Demam, Mom? Ini Jawaban Tepat: Kompres Hangat atau Dingin yang Harus Dipilih!

Hakam Alghivari • Kamis, 15 Mei 2025 | 14:30 WIB
Ilustrasi si kecil yang sedang demam
Ilustrasi si kecil yang sedang demam

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Demam adalah salah satu kondisi umum yang sering dialami anak-anak, terutama saat tubuh mereka sedang melawan infeksi atau mengalami reaksi pasca imunisasi. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan suhu tubuh di atas 37°C dan sering membuat orang tua khawatir, apalagi jika disertai gejala lain seperti lesu atau tidak nafsu makan. Untuk menurunkan suhu tubuh anak, banyak orang tua memilih memberikan kompres sebagai langkah pertama.

Namun, pilihan antara kompres dingin atau hangat masih sering menjadi perdebatan di kalangan orang tua. Beberapa percaya bahwa kompres dingin lebih efektif karena dapat langsung menurunkan panas, sementara yang lain mengandalkan kompres hangat yang dianggap lebih aman dan membantu tubuh mengatur suhu dari dalam. Kebingungan ini kerap menimbulkan pertanyaan yang sama: mana yang sebenarnya paling tepat dan efektif untuk meredakan demam anak?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut secara tepat, penting untuk memahami bagaimana mekanisme tubuh saat mengalami demam dan bagaimana cara kerja kompres dalam membantu menurunkan suhu. Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang valid dan terpercaya, yang dilansir dari hallodoc.com serta ibudanbalita.com, untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh dan membantu orang tua dalam menangani demam anak secara aman dan tepat.

Kompres yang Tepat untuk Anak Demam

Ketika anak mengalami demam, banyak orang tua langsung berpikir untuk menurunkan suhu tubuh dengan kompres. Namun, apakah sebaiknya menggunakan air hangat atau dingin? Berdasarkan panduan medis, jawaban yang paling tepat adalah kompres dengan air hangat.

Kompres hangat bekerja dengan cara memberikan rangsangan panas pada area tubuh tertentu, seperti dahi, ketiak, atau dada. Rangsangan ini akan dikenali oleh hipotalamus di otak sebagai sinyal bahwa tubuh sudah cukup panas. Sebagai respons, tubuh akan berusaha menurunkan suhu dengan cara meningkatkan pengeluaran panas melalui keringat atau pelebaran pembuluh darah.

Meski terdengar sederhana, melakukan kompres hangat memerlukan perhatian khusus agar tidak menimbulkan risiko. Air yang digunakan harus benar-benar dalam suhu yang aman, tidak terlalu panas agar tidak melukai kulit anak. Orang tua sebaiknya menggunakan kain lembut dan mencelupkannya ke dalam air hangat (bukan panas), lalu tempelkan pada bagian tubuh seperti dahi atau ketiak. Jika suhu kain sudah mendingin, ganti dengan yang baru agar efektivitasnya tetap terjaga.

Cara Tepat Melakukan Kompres Hangat

Mengompres dengan cara yang benar sangat penting untuk hasil yang optimal. Berikut langkah-langkah aman dalam memberikan kompres hangat:

- Gunakan baskom berisi air hangat, pastikan suhunya aman untuk kulit anak.

- Rendam kain lembut, kemudian peras secukupnya agar tidak menetes.

- Tempelkan kain pada area seperti dahi, lipatan paha, atau ketiak.

- Ulangi setiap 10–15 menit, atau jika kain mulai dingin.

Area-area tersebut dipilih karena memiliki pembuluh darah besar di bawah permukaan kulit, yang dapat membantu melepaskan panas tubuh lebih cepat. Jangan biarkan kompres terlalu lama menempel tanpa diganti, karena efektivitasnya akan berkurang seiring suhu air yang mendingin.

Langkah Tambahan Mengatasi Demam pada Anak

Perlu diketahui bahwa tidak semua kondisi demam membutuhkan penanganan medis secara langsung. Umumnya, demam hanya perlu ditangani jika menimbulkan ketidaknyamanan atau mengganggu aktivitas anak sehari-hari. Oleh karena itu, selain kompres, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu meredakan gejala demam secara aman di rumah.

1. Obat Penurun Panas Bila Diperlukan

Meskipun kompres bisa membantu meredakan demam, dalam beberapa kasus anak tetap merasa sangat tidak nyaman. Untuk kondisi seperti ini, pemberian obat penurun demam bisa menjadi solusi.

Obat seperti paracetamol atau ibuprofen dapat digunakan dengan dosis yang sesuai usia dan berat badan anak. Namun, sangat penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikan obat. Selain itu, aspirin tidak boleh diberikan pada anak, karena berisiko menyebabkan sindrom Reye yang berbahaya.

Penting juga untuk tidak terlalu sering mengandalkan obat sebagai satu-satunya solusi. Kombinasikan dengan metode lain seperti kompres hangat dan istirahat yang cukup agar proses penyembuhan berjalan optimal.

2. Menjaga Kenyamanan Anak

Selain kompres dan obat, menjaga kenyamanan anak adalah langkah penting dalam mengatasi demam. Orang tua sebaiknya memakaikan pakaian tipis yang menyerap keringat dan menghindari selimut tebal, karena hal ini bisa menahan panas dalam tubuh dan memperburuk kondisi demam.

Ciptakan lingkungan yang sejuk dan nyaman di kamar anak. Ventilasi yang baik dan suhu ruangan yang sejuk (bukan dingin ekstrem) sangat membantu dalam menjaga kestabilan suhu tubuh anak.

3. Pastikan Asupan Cairan Cukup

Ketika demam, tubuh anak cenderung kehilangan cairan lebih cepat, baik melalui keringat maupun pernapasan yang meningkat. Oleh karena itu, pastikan anak mendapat asupan cairan yang cukup.

Berikan air putih, sup hangat, es loli buah, atau jus alami untuk membantu mencegah dehidrasi. Hindari minuman berkafein seperti teh atau minuman bersoda karena bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil dan memperburuk dehidrasi.

Jangan memaksa anak makan jika ia tidak nafsu. Yang terpenting adalah memastikan ia tetap mendapat nutrisi dan cairan meskipun sedikit demi sedikit.

4. Pentingnya Istirahat Cukup

Istirahat yang cukup sangat berpengaruh terhadap proses pemulihan anak dari demam. Biarkan anak tidur jika mengantuk, atau sekadar berbaring santai tanpa aktivitas berat. Hindari membiarkan anak bermain berlebihan meskipun terlihat aktif.

Tujuan utama adalah memberi kesempatan tubuh untuk memfokuskan energi dalam melawan infeksi penyebab demam. Aktivitas fisik yang berlebihan justru bisa memperlambat proses penyembuhan.

Mengatasi demam pada anak tidak selalu harus dengan obat. Metode seperti kompres hangat, menjaga asupan cairan, dan memastikan istirahat cukup sudah terbukti membantu dalam meredakan suhu tubuh secara alami. Kompres hangat menjadi pilihan yang direkomendasikan karena dapat membantu tubuh anak mengatur suhu secara internal dengan cara yang lebih aman dan fisiologis. Namun, jika demam tak kunjung turun, disertai gejala berat seperti sesak napas atau kejang, segera konsultasikan ke tenaga medis. (nnd/mgg)

Editor : Hakam Alghivari
#demam #anak #orang tua #kompres