BLORA, Radar Bojonegoro - Bupati Blora Arief Rohman raih gelar Doktor Manajemen Pendidikan setelah menjalani sidang terbuka di Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (Unnes), Senin (26/8).
Predikat kelulusannya juga luar biasa, yakni cumlaude, dengan IPK 3,70. Dengan diraihnya gelar Doktor itu, Bupati Blora kini memiliki gelar Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si. Pencapaian ini menandai prestasi akademik luar biasa yang diraih Arief Rohman, di mana selama ini dikenal dengan komitmennya memajukan sektor pendidikan bagi aparatur desa di Kabupaten Blora.
Dalam ujian terbuka yang salah satu pengujinya adalah Menteri Desa PDTT, Prof. Dr. H. Abdul Halim Iskandar, Arief Rohman berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul ’’Pengembangan Model Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Aparatur Desa Berbasis Rekognisi Pembelajaran Lampau”.
Disertasi tersebut mendapatkan apresiasi tinggi dari para penguji karena dianggap mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi sumber daya aparatur desa.
Dalam disertasinya, Arief mengembangkan model yang inovatif untuk meningkatkan kompetensi aparatur desa dengan pendekatan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Yakni, sebuah metode yang menilai pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki oleh aparatur sebelum mereka mengikuti pelatihan formal.
’’Predikat cumlaude ini adalah hasil dari kerja keras dan dukungan dari banyak pihak. Saya berkomitmen untuk mengimplementasikan model yang saya kembangkan dalam disertasi ini untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa di Blora, sehingga mereka dapat lebih efektif dalam melayani masyarakat,” ujar Arief Rohman.
Sebagai seorang Bupati yang selalu mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan bagi aparatur desa, dengan program RPL bagi aparatur hingga pegiat desa di Kabupaten Blora, Arief Rohman berharap gelar doktor ini dapat memperkuat kebijakan dan program-program pendidikan yang telah ia jalankan di Kabupaten Blora.
Bupati Arief juga ingin agar program RPL Desa ini tidak berhenti setelah diraihnya gelar doktornya. Namun, terus dilanjutkan. Karena mempunyai banyak manfaat untuk peningkatan SDM Aparatur Desa.
Diketahui, tahap awal ini baru sekitar 300 mahasiswa, ke depan angkatan selanjutnya kami ingin ada 1.000 aparatur desa bisa mengikuti RPL Desa kerja sama dengan Unnes. Bahkan, tidak hanya S1 saja, bisa merambah ke S2.
’’Semua itu agar kualitas SDM aparatur desa di Kabupaten Blora semakin meningkat dan berujung pada peningkatan pembangunan desa. Jika aparatur desanya berpendidikan tinggi, meskipun anggaran desanya kecil akan mampu berinovasi untuk menjalankan pembangunan. Mohon doanya semoga SDM aparatur Desa di Kabupaten Blora terus bisa kita tingkatkan, sehingga kualitas pembangunan desa juga semakin baik,” jelasnya.
Menteri Desa Abdul Halim Iskandar menyatakan bangga dan mengapresiasi capaian Bupati Arief Rohman. Dia mengaku sudah cukup lama mengenal Arief sejak masih santri, hingga kini menjadi Bupati.
’’Komitmen Pak Arief untuk memajukan pembangunan SDM aparatur desa memang tinggi. Selain menjadi pengambil kebijakan pelaksanaan RPL yang pertama di Jawa Tengah. Rupanya juga diteliti dan dievaluasi dalam program kuliah S3-nya,” jelasnya.
’’Sehingga, dapat membuahkan studi yang berujung pada diraihnya gelar Doktor. Ini luar biasa. Selamat untuk Pak Arief, ini merupakan prestasi tersendiri, bisa meraih gelar akademik tertinggi. Semoga kebijakannya ini bisa ditularkan ke Kabupaten lainnya di Jawa Tengah,” ucap Abdul Halim Iskandar. (adv humas)
Editor : Yuan Edo Ramadhana