NILAI-NILAI luhur masyarakat adat Samin didorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan sekolah-sekolah di Blora. Terfasilitasi dalam pelajaran muatan lokal (mulok).
’’Nah, ini kami sudah komunikasi dengan bapak dinporabudpar. Nilai-nilai luhur ajaran masyarakat Samin dikemas menjadi muatan lokal,” ujar Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (KMA) Kemendikbudristek Sjamsul Hadi saat menghadiri rangkaian agenda Festival Budaya Spiritual di Pendapa Pemkab Blora Kemarin (9/7).
’’Kami sifatnya mendukung, kiranya keragaman budaya apa yang diambil. Karena kurikulum muatan lokal (mulok) ini merupakan kewenangan daerah,” tambahnya. Pihaknya mengatakan, sebelum dikemas menjadi mulok butuh melakukan identifikasi. ’’Melalui pokok pikiran pemajuan kebudayaan,” katanya.
Adapun nilai-nilai luhur yang bisa diadopsi seperti ajaran jujur dalam perbuatan dan ucapan, serta filosofi menjaga kelestarian lingkungan.
Salah satu tokoh masyarakat adat Samin, Gunretno menyampaikan terimakasih bila kemudian hari ada mulok tentang ajaran-ajaran leluhur Samin. Namun, pihaknya masih mendorong pemerintah melakukan kajian lebih mendalam.
Sebab, menurutnya, permasalahan laku tidak bisa sepenuhnya diserahkan di dunia pendidikan. ’’Matur nuwun (terimakasih), tapi apakah sudah tepat atau belum? Sebab, masalah belajar laku tidak bisa diserahkan di dunia Pendidikan. Jadi, bagaimana baiknya, sehingga bukan semacam keputusan politis saja,” ungkapnya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana